KALAMANTHANA, Penajam – Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar kembali menegaskan pinjaman Pemerintah Daerah Kabupaten PPU kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) adalah langkah tepat untuk membiayai pelaksanaan kelanjutan sejumlah pembangunan penting di daerah.
Menurutnya, jika masih ada anggapan bahwa pinjaman kepada PT SMI hanya merupakan beban utang bagi daerah ke depan, itu tidak benar. Karena sejumlah insfrastruktur pembangunan di Kabupaten PPU memang membutuhkan dana untuk kelanjutan pembangunannya, sementara keuangan daerah saat ini tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan itu.
“Jika pinjaman itu tidak dilakukan, semua proyek-proyek besar khususnya pembangunan jalan ini pasti tidak akan berlanjut. Tentu sangat disayangkan, karena semua pembangunan yang ada itu juga telah menggunakan anggaran yang besar,” kata Yusran saat meninjau sejumlah pembangunan jalan di sekitar Kawasan Industri Buluminung (KIB) PPU, Rabu (28/2).
Sementara itu, lanjut dia, sejumlah insfrastruktur pembangunan jalan yang ada memang merupakan pembangunan prioritas daerah. Salah satu contoh pembangunan jalan menuju pelabuhan Benuo Taka milik pemda PPU. Jika tidak dilanjutkan maka sudah pasti akan mempersulit keluar masuknya barang melalui pelabuhan yang ada.
“Infrastruktur jalan memang merupakan kebutuhan utama untuk kemajuan suatu daerah,” tambahnya.
Dia menjelaskan, sebagian besar kabupaten/kota khususnya di Kaltim saat ini mengalami defisit anggaran secara besar-besaran. Kabupaten PPU merupakan daerah pertama di Kaltim yang telah berhasil memperoleh kepercayaan dari PT SMI yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan 100% kepemilikan saham oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia itu.
“Setelah Kabupaten PPU, sejumlah kabupaten/kota di Kaltim seperti Kabupaten Berau, Kukar dan sebagainya juga juga melakukan pinjaman kepada PT SMI, bahkan dengan jumlah yang jauh lebih besar dari kita,” kata Yusran Aspar.
Beber dia juga, karena memang semua sudah jelah bahwa PT SMI dibentuk untuk memainkan peran aktif dalam memfasilitasi pembiayaan infrastruktur, melakukan kegiatan pengembangan proyek dan melayani jasa konsultasi untuk proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Dengan kata lain, PT SMI dapat berfungsi sebagai katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
“Oleh karena itu jika masih ada anggapan bahwa pinjaman kepada PT SMI merupakan langkah daerah yang tidak tepat, itu salah. Semuanya jelas bertujuan untuk percepatan pembangunan daerah,” pungkasnya.
Dalam kesempatan ini bupati juga meninjau sejumlah proyek pembangunan jalan yang telah dibiayai menggunakan dana pinjaman kepada PT SMI, di antaranya pembangunan dua jalur menuju pelabuhan Benuo Taka PPU, pembangunan akses jalan pendekat menjuju jembatan pulau Balang dan Kelurahan Pantai Lango yang semua pembangunannya dilakukan menggunakan cor beton (Rigid Beton). (advb/humas6/hr)
Discussion about this post