KALAMANTHANA, Pulang Pisau – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Pulang Pisau, Slamet Untung Rianto mengajak para petani untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan saat akan membuka lahan.
Berdasarkan hasil pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kalimantan Tengah, pada Tahun 2018 ini Kalimantan Tengah kembali dilanda kemarau panjang.
“Prediksi Pulpis tahun 2018 akan ada kemarau panjang. Oleh karena itu kami mengimbau para petani di Pulpis yang ingin menggarap lahannya tidak menlakukan pembakaran,” ucap Slamet di Pulang Pisau, Selasa (27/3/2018).
Slamet mengatakan untuk mengantisipasi musim kemarau tersebut, bantuan mesin pompa yang sudah ada agar dapat dipergunakan sebaik mungkin untuk mengalirkan air ke lahan-lahan sebagai salah satu bentuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang biasanya marak terjadi saat musim kemarau.
Ia juga mengungkapkan apabila sampai terjadi kemarau panjang, petani bisa mengoptimalkan jaringan-jaringan irigasi sawah maupun dengan mengoptimalkan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang sudah diberikan oleh pemerintah daerah kepada para petani maupun kelompok tani agar saat musim kemarau tiba tidak terlalu mempengaruhi musim tanam.
“Kami sudah mengoptimalkan jaringan irigasi sawah. Selain itu bantuan alsintan juga sudah berjalan dengan baik. Mudah-mudahan ini akan meringankan petani menggarap lahannya dimusin kemarau nanti,” katannya.
Slamet mengatakan bantuan berupa alsintan tersebut memang ditujukan untuk daerah yang memang merupakan sentra pengembangan pangan padi, dimana luas lahan padi di Kabupaten Pulang Pisau pada Tahun 2017 lalu mencapai 30.000 hektar.
“Kita harapkan walaupun di musim kemarau hasil pertanian kita tetap maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya,” tutupnya. (app)
Discussion about this post