KALAMANTHANA, Jakarta – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Begitulah nasik jaksa Pinangki Sirna Malasari. Setelah dicopot dari jabatannya, jaksa cantik yang sebulan terakhir bikin heboh itu pun dtahan.
Jaksa Pinangki sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi terkait pelarian buronan Djoko Tjandra. Dia diduga menerima hadiah atau janji dan diketahui pernah bertemu dengan Djoko.
“Berdasarkan bukti yang cukup, menetapkan tersangka berinisial PSM. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, tim penyidik melakukan penahanan,” kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, di Jakarta, Rabu (12/8/2020).
Hari menyatakan, penangkapan terhadap Pinangki dilakukan pada Selasa (11/8/2020) malam dan yang bersangkutan langsung kembali menjalani pemeriksaan di Kejagung.
Setelah penyidik merasa mendapatkan bukti yang cukup terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi, penahanan langsung dilakukan kepada Jaksa Pinangki. Penahanan dilakukan di Rutan Salemba cabang Kejagung.
Sebelumnya, Kejagung telah menaikkan status kasus dugaan tindak pidana terkait Jaksa Pinangki Sirna Malasari ke tahap penyidikan. Keputusan tersebut diambil setelah penyidik Pidana Khusus Kejagung mendalami berbagai alat bukti serta keterangan saksi.
Kasus Jaksa Pinangki sendiri memang telah diambil alih Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung. Penyidikan dilakukan setelah jaksa Pinangki diduga kuat pernah bertemu terpidana Djoko saat masih berstatus buronan.
Dalam Laporan hasil pemeriksaan terhadap jaksa Pinangki kemudian dijadikan bukti awal terkait adanya dugaan tindak pidana, yakni dugaan penerimaan hadiah atau janji kepada penyelenggara negara.
Terkait kasus itu, penyidik sendiri telah memeriksa tiga orang saksi. Masing-masing jaksa Pinangki, Djoko Tjandra dan pengacara Anita Kolopaking. Penyidik hingga kini masih terus mengumpulkan informasi sebagai barang bukti untuk kemudian bisa menetapkan status tersangka.
Jaksa Pinangki diduga ke luar negeri untuk menemui terpidana Joko Tjandra yang saat itu masih buron. Jaksa Pinangki tanpa izin tertulis dari pimpinan pada tahun 2019 sebanyak sembilan kali bepergian ke luar negeri serta melakukan pertemuan dengan buronan Djoko Tjandra.
Di dalam pemeriksaan yang dilakukan bidang pengawasan, jaksa Pinangki diberi hukuman disiplin. Yang bersangkutan dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Sub-Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan. (ik)
Discussion about this post