KALAMANTHANA, Penajam – Didera hujan selama 13 jam, Kelurahan Mentawir di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, pun dilanda banjir.

Puluhan rumah penduduk di Kelurahan Mentawir di Sepaku, Penajam Paser Utara, mulai digenangi air memasuki Kamis dinihari Wita, 8 Januari 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara melaporkan pihaknya menerima laporan kejadian banjir di Kelurahan Mentawir itu pada pukul 09.15 Wita, Kamis 8 Januari 2026.

Baca Juga: Wusss...Kasus Tambang Ilegal di IKN Kini Masuk ke Kejati Kalimantan Timur

Tetapi, banjir yang merendam pemukiman warga sudah mulai terjadi sejak pukul 03.00 Wita. Banjir melanda setelah wilayah tersebut didera hujan selama 10 jam.

Banjir terjadi di sejumlah rukun tetangga di Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku. Adapun wilayah yang dilanda banjir terdiri dari RT 01, RT 02, dan RT 03.

BPBD menyebutkan turunnya hujan itu sebenarnya sudah diperingkatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (7/1/2026) sore.

Baca Juga: Otak penambang ilegal di IKN Segera Disidang, Kerugian Negara Rp1 Triliun

Prakiraan cuaca menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat dan angin kencang, bisa terjadi di Kecamatan Sepaku dan sekitarnya.

Hujan mulai turun di Kecamatan Sepaku dengan intensitas cukup tinggi sejak pukul 17.00 Wita. Selama 13 jam, wilayah tersebut direndam hujan yang baru berhenti pukul 06.00 Wita.

Akibatnya, sebagian wilayah Kelurahan Mentawir yang merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS), terendam akibat naiknya tinggi muka air, dan kemudian meluap.

Situasi itu membuat sebagian rumah warga Kelurahan Mentawir, terutama yang berada pada area rendah dan sekitar bantaran sungai, terendam.

BPBD Penajam Paser Utara mencatat total ada 54 rumah yang diuni 55 KK dengan 147 jiwa, terdampak akibat banjir tersebut.

Daerah paling terdampak adalah RT 02 di mana 42 rumah dengan 108 jiwa terkena banjir. Sedangkan di RT 01 hanya 9 rumah yang ditempati 25 warga yang terdampak dan 3 rumah lainnya dengan 14 jiwa berada di RT 03.

Di halaman rumah, tinggi muka air mencapai 50-80 cm. Tak hanya itu, air luapan sungai sempat masuk setinggi 10-15 cm di dalam rumah warga.

Untungnya, kondisi terkini di wilayah terdampak sudah mulai turun. BPBD pun mulai menyerahkan bantuan kepada warga terdampak dan berkoordinasi dengan Otorita IKN. (*)

Baca Juga:Padahal Baru Fungsional, Tol IKN Sudah Dilintasi Hampir 100 Ribu Miobil