KALAMANTHANA, Pulang Pisau – Menanggapi penyebaran SMS berantai yang menyerang salah satu pasangan calon dalam Pilkada 2018, Kepolisian Resor Pulang Pisau menyatakan akan segera mengusut dan menindak tegas bagi pelaku penyebar isu SARA dan berita hoaks pada proses Pilkada Pulpis 2018.
Pernyataan tersebut diungkapkan pihak Polres Pulpis, setelah mendapatkan kabar adanya penyebar isu SARA yang ditujukan pada salah satu paslon yang maju di Pilkada Pulpis 2018.
Kapolres Pulang Pisau, AKBP Dedy Sumarsono, melalui Kasatreskrim, AKP Edia Sutaata, kepada awak media, Sabtu (24/2/2018) mengatakan, pihaknya akan menindak tegas setiap penyebar isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) selama pelaksanaan pilkada serentak 2018.
“Intinya siapa saja yang coba-coba menebarkan isu SARA di Kabupaten Pulpis yang saat ini telah melangsungkan Pilkada serentak, maka kami tidak segan-segan untuk menindak tegas pelakunya bila benar terbukti. Karena kita sudah komitmen, menciptakan Pilkada Pulpis yang aman dan kondusif tanpa ada isu SARA dan berita hoaks,” tegas perwira dengan balok tiga di pundaknya itu.
Dikatakannya juga, jauh-jauh hari telah mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan isu SARA dan berita bohong alias hoaks selama pilkada serentak di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.
“Yang pastinya kita terus mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di Pulpis ini, untuk dapat menjaga kamtibmas. Dan bagi pelaku penyebar isu SARA dan berita hoaks, maka kami tegaskan kembali akan kami tindak sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku,” ungkapnya.
Seperti diketahui, baru saja dimulai, kampanye hitam sudah mulai melanda Pilkada Pulang Pisau. Sasarannya pasangan penantang Idham Amur-Ahmad Jayadikarta. Kampanye hitam itu disebar melalui pesan pendek (SMS) jaringan seluler.
Pesan itu antara lain menyoal asal usul pasangan Idham-Jaya. Pada pesan yang beredar cukup luas itu, dalam bahasa daerah, salah satunya disoal tentang asal usul pasangan Idham dan Jayadikarta.
Menyoal asal-usul daerah, tentu saja tidak baik untuk proses demokratisasi. Padahal, salah satu saudara Idham, yakni Achmad Amur, pernah sukses dua periode memimpin Kabupaten Pulang Pisau, terakhir berduet bersama Edy Prastowo yang kini jadi kandidat petahana. Achmad Amur bahkan hampir saja memenangkan Pilkada Kalteng 2010 lalu.
Merasa diserang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan berita hoaks yang dikirim melalui pesan SMS itu, paslon Idham-Jaya menangapinya dengan santai.
“Meski isi berita itu menyudutkan kami, tetapi kami tidak mau ambil pusing. Kita tidak perlu terpovokasi karena hal-hal semacam ini menjelang pilkada umumnya akan muncul dan dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab jawab. Kami tetap fokus turun ke masyarakat menyampaikan visi dan misi yang sudah kita serap sambil mendengar masukan dari akar rumput,” kata calon Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta kepada sejumlah awak media, Sabtu (24/2/2018) melalui telepon selurernya.
Seolah deklarasi damai tolak dan lawan politik uang dan politisasi SARA yang sudah diikrarkan bersama Panwaslu beberapa lalu, ternodai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Dari itu kami pasangan Idham-Jaya kembali mengajak semua pihak, mari kita ciptakan suasana politik yang aman, nyaman tanpa ada isu SARA,” tuturnya. (app)
Discussion about this post