KALAMANTHANA, Pontianak – Desta Ramandus ditemukan tengkurap. Handphone dalam posisi terbakar menemep di dadanya. Saat diperiksa, dia sudah tak bernyawa.
Desa Ramandus adalah karyawan peternakan ayam petelur PT Tata Mulia Fortuna di Dusun Karya Baru, Desa Madu Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Jasadnya ditemukan di dalam kamar istirahat. Kuat dugaan, dia tewas akibat tesengat aliran listrik saat mengisi daya telepon genggamnya.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis 29 Januari 2026 sekitar pukul 12.40 WIB. Kejadian ini menghadirkan duka di kalangan rekan-rekannya.
Kasubsi Penmas Aiptu Ade mewakili Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya yang merasa curiga karena korban tidak merespons saat dipanggil.
“Saksi awalnya memanggil korban, tidak ada jawaban. Karena curiga, saksi kemudian mendatangi kamar korban yang pintunya dalam keadaan setengah terbuka,” ujar Ade, Jumat 30 Januari 2026.
Saat masuk ke dalam kamar, saksi melihat korban sudah dalam posisi tengkurap. Upaya membangunkan korban tidak membuahkan hasil. Ketika tubuh korban dibalik, saksi mendapati luka bakar di bagian dada, warna kulit tubuh korban membiru, dan korban sudah tidak bernyawa.
“Saksi kemudian mencabut kabel charger handphone yang masih terhubung dengan korban. Saat itu handphone korban ditemukan melekat di dada sebelah kanan dalam kondisi terbakar,” jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, rekan kerja korban langsung berteriak meminta pertolongan dan memanggil pemilik peternakan ayam. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Madu Sari dan pihak keluarga korban.
Petugas gabungan dari Unit Inafis Satreskrim Polres Kubu Raya dan Polsek Sungai Raya mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta identifikasi awal. Kemudian jenazah korban dievakuasi ke RSUD Soedarso Pontianak menggunakan ambulans Desa Madu Sari untuk dilakukan Visum Et Repertum (VER).
“Korban dilakukan visum luar oleh pihak medis RSUD Soedarso. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah,” kata Ade.
Setelah proses visum selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak kepolisian menyatakan hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk mengecek kondisi instalasi listrik dan alat pengisi daya yang digunakan korban.
“Dugaan sementara korban meninggal akibat tersengat listrik saat mengisi daya handphone. Namun demikian, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kronologis dan penyebab pasti kejadian tersebut,” tegas Ade. (*)