KALAMANTHANA, Penajam - Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar bersama Istri Rustiana Yusran serta Kabag Humas Darmawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi PPU Budi Santoso, meninjau kondisi lokasi kebakaran di Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Jumat (17/3/2017).
Dalam kunjungannya, Yusran menginstruksikan kepada pihak BPBD dan pemadam kebakaran, agar cepat melakukan penanganan lokasi yang masih dalam kondisi pendinginan oleh pihak pemadam kebakaran serta segera melakukan pendataan terhadap para korban.
“Kita dari pemerintah daerah sangat prihatin atas musibah yang menimpa warga. Untuk itu kita akan berupaya dengan mengerahkan segala bantuan dari segala unsur yang ada sesuai SOP yang berlaku,” ujarnya.
Selain meninjau kondisi lapangan yang mengalami kebakaran, Yusran juga meninjau posko Pusdal Ops serta Pos Penanganan Korban Kebakaran yang berada di halaman Masjid Al-Falah Petung.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kebakaran Yogyana mengatakan, pemadaman berlangsung dengan dibantu Pemadam Kebakaran dari Pos Maridan, Sotek, Waru, Penajam, Petung, serta Babulu.
“Personel pemadam kebakaran sendiri yang turun sekitar 60 orang dan mobil-mobil bantuan warga yang ikut membantu pihak pemadam kebakaran sekitar 10 mobil. Jumlah warga yang membantu tidak dapat kami hitung lagi,” ujarnya.
Kebakaran kali ini terjadi pada Jumat (17/3/2017) sekitar pukul 02.00 Wita di Jalan Provinsi Km 16, Petung. Dua hari sebelumnya, hanya beberapa meter dari lokasi, juga terjadi kebakaran serupa. Tentu saja, kebakaran beruntun ini membuat heboh warha di Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam itu.
Kapolres Penajam Paser Utara, AKBP Teddy Ristiawan menyebutkan api diduga berasal dari salah satu rumah yang ditinggal penghuninya. Saat kebakaran terjadi, penghuni rumah sedang bepergian ke Surabaya, Jawa Timur.
“Percikan api berasal dari rumah tersebut. Namun kami akan meminta tim laboratorium forensik dari Surabaya untuk mempertajam penyelidikan mengenai penyebab kebakaran tersebut,” ujar Teddy di Penajam, Jumat.
Menurut data sementara yang dihimpun dari Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara, jumlah kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal bertambah menjadi 18 KK dengan jumlah 60 jiwa. Api sendiri telah berhasil dipadamkan.
“Untuk korban jiwa tidak ada, namun untuk kerugian materil sementara masih dalam penghitungan,” tambah Teddy. (adv/kominfo-ppu/myu)