Gubernur Kalteng Dorong Satu Sarjana Satu Keluarga Dayak

Penulis: Editor Kalamanthana 25  •  Rabu, 17 September 2025 | 17:02:31 WIB

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menjadi narasumber dalam Kuliah Umum Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Tahun 2025 yang digelar di Aula Serbaguna kampus tersebut, Rabu (17/9/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Sinergisitas IAHN-TP Palangka Raya dengan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah untuk Mewujudkan Satu Sarjana dalam Satu Keluarga Dayak.”

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci pembangunan dan jalan utama memutus rantai kemiskinan.

“Saya tidak ingin ada masyarakat baik di pedalaman maupun di perkotaan, yang tidak mampu melanjutkan sekolah. Pendidikan adalah aset bangsa, sekaligus jalan menuju Kalimantan Tengah yang maju dan sejahtera,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun karakter di samping mengejar ilmu.

“Karakter lebih utama daripada ilmu. Ilmu tanpa akhlak tidak bermanfaat. Karena itu, berbaktilah kepada orang tua, rajin beribadah, dan jauhi pergaulan bebas, narkoba, minuman keras, radikalisme, hoaks, serta judi online,” pesan Gubernur.

Kuliah umum berlangsung interaktif, dengan mahasiswa menyampaikan berbagai kendala seperti biaya dan kondisi keluarga. Gubernur menanggapi dengan motivasi agar tetap semangat menuntut ilmu.

“Tidak ada yang mustahil jika ada niat dan kemauan. Pendidikan harus menjadi prioritas karena menentukan masa depan,” ujarnya.

Rektor IAHN-TP Palangka Raya, Mujiyono, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur dan komitmen kampus dalam mendukung program pemerintah.

“Kehadiran Gubernur menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi civitas akademika. Kami berharap dukungan pemerintah untuk pengembangan sarana dan prasarana agar kampus ini terus menjadi pusat kajian Hindu Kalimantan yang unggul dan berkarakter budaya lokal,” tuturnya.

IAHN-TP saat ini memiliki tiga fakultas dan satu program pascasarjana, dengan lebih dari 90 persen mahasiswa berasal dari masyarakat Dayak di desa dan pedalaman.

Kegiatan kuliah umum dirangkai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Gubernur dan Rektor IAHN-TP untuk mendukung program Satu Sarjana Satu Keluarga Dayak, serta penyerahan plakat dan buku kenang-kenangan dari pihak kampus kepada Gubernur. Program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun generasi Dayak yang unggul, berdaya saing, dan bermartabat. (Sly).

Reporter: Editor Kalamanthana 25
Back to top