Warga Pinggiran Palangka Raya Siap Alihkan Ekonomi dari Tambang ke Pertanian

Penulis: Editor Kalamanthana 25  •  Jumat, 19 September 2025 | 19:28:01 WIB

KALAMANTHANA, Palangka Raya - Warga di kawasan pinggiran Kota Palangka Raya, khususnya Kelurahan Pager dan Marang, mulai melirik sektor pertanian dan perkebunan sebagai sumber penghidupan baru. Mereka berharap pemerintah memberikan dukungan nyata agar aktivitas pertambangan rakyat yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi bisa perlahan ditinggalkan.

Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, mengatakan aspirasi tersebut muncul saat pihaknya menggelar reses di wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Menurutnya, masyarakat siap beralih ke sektor pertanian, namun terkendala pada tahap awal, yakni pembukaan lahan.

“Dalam kesempatan reses beberapa waktu lalu, masyarakat mengusulkan agar pemerintah mendukung usaha pertanian dan perkebunan. Mereka siap mengelola lahan, tapi terkendala membuka lahan awal,” ujarnya, Jumat, (19/9/2025).

Hatir menambahkan, sebagian besar masyarakat selama ini hidup sebagai nelayan, petani, pekebun, dan sebagian lainnya sebagai penambang rakyat. Namun kesadaran mulai tumbuh bahwa aktivitas tambang tidak selalu membawa keuntungan jangka panjang dan berpotensi merusak lingkungan.

Sebagai strategi, warga mengusulkan sistem tanam ganda. Sambil menunggu hasil perkebunan utama seperti kelapa sawit yang membutuhkan waktu lama untuk berbuah, mereka berencana menanam jagung, sayuran, dan komoditas cepat panen lainnya.

“Kalau satu keluarga diberikan kesempatan membuka lahan dua hektare, dan dibantu pemerintah untuk membuka lahan awalnya, mereka siap mengerjakan sendiri. Ini realistis dan masuk akal,” imbuhnya.

Ia mendorong agar uji coba dilakukan di satu kelurahan atau beberapa keluarga terlebih dahulu. Jika berhasil, pola tersebut dapat dijadikan model dan diperluas ke wilayah lain.

Hatir menegaskan, langkah ini bukan hanya membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga, tetapi juga menjadi solusi konkret untuk mengurangi praktik pertambangan rakyat tanpa izin. Dengan dukungan pemerintah, ia yakin ekonomi masyarakat tetap bergerak tanpa harus merusak lingkungan.(Mit).

Reporter: Editor Kalamanthana 25
Back to top