KALAMANTHANA, Sampit – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kotawaringin Timur (BNNK Kotim) mendorong seluruh elemen masyarakat untuk menjadi benteng utama dalam upaya pencegahan narkoba.
Keterlibatan mahasiswa hingga keluarga dinilai sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya narkotika.
Kepala BNNK Kotim, AKBP Muhammad Fadli, menyatakan bahwa langkah penindakan memang perlu, namun hasilnya tidak akan optimal jika tidak diimbangi dengan pencegahan yang kuat dan berkelanjutan.
“Kalau kita hanya mengandalkan penindakan, hasilnya tidak akan maksimal. Justru pencegahan yang harus didorong dan diutamakan. Kesadaran masyarakat perlu dibangun sejak dini,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Baca Juga: GDAN Usulkan Sanksi Adat Pengusiran Bandar Narkoba dari Tanah Dayak
Menurut Fadli, generasi muda merupakan kelompok strategis dalam gerakan pencegahan narkoba. Mahasiswa dianggap memiliki peran penting karena dapat menyebarkan informasi dan memberikan edukasi kepada keluarga serta lingkungan sekitar.
“Dimulai dari mahasiswa, minimal mereka bisa menerapkan pengetahuan ini di rumah. Mereka bisa menyampaikan kepada keluarga tentang bahaya dan dampak narkoba. Itu sangat penting,” jelasnya.
BNNK Kotim menilai keluarga sebagai benteng pertama dalam mencegah anggota rumah tangga terjerumus narkoba. Oleh karena itu, BNNK terus mengintensifkan sosialisasi berbasis komunitas dan keluarga, serta memperkuat kampanye hidup sehat tanpa narkoba di tingkat akar rumput.
Fadli juga menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak, mulai dari BNK, pemerintah daerah, perguruan tinggi, sekolah, hingga masyarakat umum.
“Pencegahan ini bukan hanya tugas aparat, tapi tugas kita semua. Ketika keluarga kuat, lingkungan sadar, dan generasi mudanya teredukasi, maka ruang gerak narkoba akan semakin sempit,” tegasnya.
Dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, BNNK Kotim berharap kesadaran kolektif terhadap bahaya narkoba semakin tumbuh, sehingga perlindungan terhadap generasi muda dapat berjalan lebih optimal. (su)