KALAMANTHANA, Sampit – Teror beruang madu meresahkan warga Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Ada warga yang melihat satwa liar itu berkeliaran.
Teror beruang madu sudah beberapa hari dirasakan masyarakat Sampit, khususnya di wilayah Lingkar Utara Sampit, Kotawaringin Timur. Sejumlah hewan peliharaan mereka jadi korban.
Sejumlah warga bahkan mengaku sempat melihat sosok beruang madu itu berkeliaran di sekitar area lokasi rumah mereka.
Mereka menduga beruang madu itu berkeliaran setelah terlibat perkelahian dengan beberapa anjing milik warga sebelum akhirnya menyerang.
Salah seorang warga, Fendi, mengaku tak sempat melihat wujud beruang madu itu. Tapi, dia pernah mendengar gonggongannya yang luar biasa keras.
“Suara gonggongan keras sekali, seperti ada yang diserang. Kami curiga itu bukan hewan biasa. Tapi kami tidak berani keluar karena kondisi gelap dan mencekam,” ujar Fendi, Sabtu 28 Maret 2026.
Teror beruang madu tersebut, kian terasa saat anjing milik warga ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Dugaan kuat sementara, anjing tersebut menjadi korban serangan beruang madu, satwa liar tersebut.
Kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat setelah sebelumnya sempat terdengar suara gaduh dan kemunculan beruang madu di sekitar permukiman.
Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di jalur menuju Simpang Kandan, kawasan yang masih berbatasan dengan semak belukar dan hutan. Warga menduga telah terjadi serangan satwa liar terhadap anjingnya.
Keesokan harinya, warga mendatangi lokasi dan menemukan seekor anjing sudah dalam kondisi mati dengan luka parah. Di sekitar lokasi juga terlihat semak-semak roboh dan bekas pergerakan yang diduga berasal dari satwa berukuran besar. (*)