Iran Bikin Rontok Jet Tempur Tercanggih AS F-35 yang Kedua, Harganya Setara Rp1,7 Triliun

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 03 April 2026 | 14:40:37 WIB

KALAMANTHANA, Jakarta – Iran dilaporkan menghancurkan pesawat tempur tercanggih Amerika Serikat, F-35, untuk kedua kalinya.

Komando Pusat Khatam al-Anbia Iran (IRIB) menyebutkan penembakan itu menyasar pesawat F35 dan jatuh di Iran Tengah.

“Personel militer Iran menghancurkan pesawat F-35 Amerika,” lapor Komando Pusat Khatam al-Anbia, sebagaimana dikutip Ria Novosti.

“Pesawat tempur F-35 generasi kelima kedua ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara IRGC dan jatuh di Iran tengah,” kata IRIB mengutip pernyataannya.

Iran mengklaim ini adalah pertama kalinya dalam sejarah pertahanan udara lokal menembak jatuh pesawat secanggih itu. Diduga, pilot dicegah untuk menyerah oleh ledakan dahsyat.

Ini adalah F-35 kedua yang dilaporkan ditembak jatuh oleh IRGC. Insiden sebelumnya terjadi pada 19 Maret.

IRGC mengklaim pesawat tersebut mengalami kerusakan serius. Sementara itu, Pentagon mengkonfirmasi pendaratan darurat jet tempur di pangkalan udara Timur Tengah setelah menyelesaikan misi tempur.

Insiden ini menjadi pertama kalinya Iran berhasil mengenai pesawat tempur AS sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, tulis laporan tersebut.

Jet itu "sedang menjalankan misi tempur di atas (wilayah) Iran" ketika melakukan pendaratan darurat, kata Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS.

"Pesawat berhasil mendarat dengan selamat, dan pilot berada dalam kondisi stabil," kata Hawkins. "Insiden ini sedang diselidiki."

Baik pasukan Amerika Serikat maupun Israel menggunakan jet tempur F-35 dalam konflik dengan Iran, menurut laporan tersebut, seraya menambahkan bahwa harga pesawat tersebut mencapai lebih dari 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,7 triliun.

Sebelumnya pada Kamis itu, Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan dalam konferensi pers di Pentagon bahwa sistem pertahanan udara Iran telah "dilumpuhkan."

Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine mengatakan dalam konferensi pers tersebut bahwa Iran masih memiliki "sebagian kemampuan" untuk menyerang aset AS dan sekutunya di Timur Tengah, termasuk fasilitas minyak.

Konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran meningkat setelah serangan Israel terhadap ladang gas South Pars milik Iran pada Rabu (18/3). Qatar kemudian melaporkan kebakaran dan kerusakan luas pada fasilitas gas alam cair pascaserangan Iran, yang kembali mendorong lonjakan harga minyak dan gas pada Kamis. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top