KALAMANTHANA, Kuala Kapuas – Kasihan sekali nasib 14 orang tenaga honorer di SMK 3 Kapuas, Kalimantan Tengah ini. Sudah empat bulan, honor mereka belum juga bisa dibayarkan.
Kepala Sekolah SMK 3 Kapuas M Amin Ambotuo pun hanya bisa pasrah terkait pembayaran pegawai honor di sekolahnya itu. Dia pun belum bisa memastikan kapan bisa membayarkan hak tenaga honorer itu.
Jumlah pegawai honor di SMK 3 berjumlah 14 orang, dengan 8 orang di antaranya guru dan 6 orang lainnya terdiri dari petugas keamanan dan petugas kebersihan. Semuanya hingga kini belum dibayarkan honornya.
Amin mengkhawatirkan jika tidak dibayarkan semua pegawai honornya akan mengundurkan diri. Padahal, tenaga mereka masih sangat diperlukan.
“Kami hanya khawatir jika tidak segera dibayarkan, semua honorer yang ada bakal mengundurkan diri, sementara tenaga mereka masih sangat kami perlukan,” ungkap Amin Selasa (4/4/2017) di Kuala Kapuas.
Dikatakan, keberadaan pegawai memang sangat diperlukan, semnatara pemerintah sendiri belum dapat membayar gajinya. Menurutnya, ini adalah sebuah peristiwa ironis.
“Tenaganya dimanfaatkan sementara hak-haknya tidak diberikan. Ini kan aneh jadinya. Sebelumnya pembayaran dilakukan dari Bosda kabupaten. Sekarang bosda kabupaten dihilangkan sehingga membuat pembayaran kepada guru honor tidak bisa dibayarkan,” katanya.
Kejadian ini tidak hanya diterjadi di Kapuas saja, tetapi di seluruh kalteng. Sebab, pengelolaan Bosda untuk tingkat pendidikan SMA dan sederajat sudah diambil alih provinsi. (nad)