KALAMANTHANA, Muara Teweh – Curah hujan tinggi yang berakumulasi dengan semakin rendahnya daya dukung alam, terutama hutan untuk menyerap air membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah rentan dilanda banjir. Kali ini banjir terjadi di Lampeong, ibukota Kecamatan Gunung Purei.
Rudi Manto salah seorang warga asli Lampeong yang menetap di Muara Teweh mengatakan, banjir terjadi di Lampeong, Kamis (7/12/2017), sekitar pukul 15.00 WIB. Ketinggian air terus bertambah karena luapan Sungai Teweh (anak Sungai Barito). “Informasi yang saya terima, di Lampeong, Kecamatan Gunung Purei banjir,” ujar pria yang juga pemilik toko buku ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui berapa jumlah rumah di Lampeong yang terendam air. Termasuk pula kemungkinan adanya warga yang terpaksa mengungsi. Tetapi dipastikan tidak ada korban jiwa. “Subhanallah, mudah-mudahan banjir di Lampeong tidak sampai merugikan warga,” kata warga bernama Dony Hadriani dalam laman fb-nya.
Selain di Lampeong, Kecamatan Gunung Purei, pada pertengahan November hingga awal Desember 2017, nyaris semua wilayah apalagi yang berada di tepian Sungai Barito dan anak sungai, seperti Kecamatan Lahei, Lahei Barat, Montallat, Teweh Tengah, Teweh Selatan, dan Teweh Baru juga diterjang banjir.(mki)