Dar...der...dor...Bunyi Letusan Senjata Gas Air Mata Warnai Dinihari Jakarta

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 22 Mei 2019 | 01:32:08 WIB

KALAMANTHANA, Jakarta – Sudah lewat tengah malam, tapi sebagian massa aksi di Jakarta masih bertahan. Bunyi tembakan dar-der-dor dari senjata gas air mata terdengar di kawasan pusat ibu kota itu.

Massa dan polisi masih saling “berhadap-hadapan” hingga Rabu (22/5/2019) dinihari sekitar pukul 01.30 WIB. Beberapa kali terdengar bunyi letusan senjata gas air mata yang dilepaskan polisi untuk membubarkan massa.

Tapi, massa masih mencoba bertahan. Mereka menolak mundur dan bahkan melawan petugas dengan melepaskan lemparan batu dan benda-benda keras.

Polisi akhirnya bergerak maju dan memukul mundur pengunjuk rasa hingga beberapa ratus meter, menyusul aksi demonstrasi di sekitar Gedung Bawaslu RI, Selasa malam hingga Rabu dini hari.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang tidak mau bubar dari ruas Jalan Wahid Hasyim arah Tanah Abang, Jakarta, pada Rabu (22/5/2019) dini hari.

Setelah diawali peringatan yang tak diindahkan massa, polisi mulai mendorong massa ke arah Tanah Abang dan menembakkan gas air mata sekira pukul 00.39 WIB.

Sebelumnya, kerumunan massa aksi yang berjumlah ratusan orang masih bertahan di ruas jalan Wahid Hasyim, di samping Gedung Bawaslu, Jakarta, hingga lewat tengah malam memasuki hari Rabu.

Selain itu, di ruas jalan Wahid Hasyim sisi lainnya, menuju arah Gondangdia, massa aksi juga terlihat masih  berada di sana.

Petugas kepolisian memblokade ke dua sisi jalan tersebut untuk mencegah kemungkinan bocornya massa aksi ke dalam area Gedung Bawaslu.

Salah seorang perwakilan dari massa aksi dari sisi ruas jalan arah Tanah Abang sempat menyepakati untuk membubarkan diri dengan syarat pihak kepolisian melepaskan salah satu rekannya yang diamankan.

Habib Sayyid Muhammad Fadli yang mewakili massa aksi bernegosiasi langsung dengan Kapolres Metro Jakpus Kombes Pol Harry Kurniawan dan menyepakati imbauan untuk membubarkan diri.

"Yang penting warga masyarakat ini mau membubarkan diri supaya tidak berlarut-larut," kata Kapolres Jakpus.

Hal itu disepakati Habib Sayyid Muhammad Fadli dengan meminta salah seorang massa aksi yang sempat diamankan untuk dilepaskan.

Sekira pukul 11.45 WIB Selasa (21/5), polisi melepaskan oknum yang sempat diamankan tersebut.

Namun, hingga pukul 12.20 WIB Rabu, massa aksi di ruas Jalan Wahid Hasyim baik dari arah Tanah Abang maupun Gondangdia masih bertahan.

Reporter: Redaksi
Back to top