Ini Prestasi Pemprov Kalteng di Tengah Pandemi Covid-19 yang Diakui Mendagri

Penulis: admin2019  •  Senin, 22 Juni 2020 | 13:40:54 WIB

KALAMANTHANA, Jakarta – Kalimantan Tengah mendapatkan tambahan dana inovasi daerah (DID) senilai Rp1 miliar. Dana itu karena dianggap salah satu yang berprestasi dalam program inovasi berupa simulasi protokol kesehatan dalam pelayanan publik di tengah pandemi Covid-19.

Kementerian Dalam Negeri menggelar lomba inovasi tersebut untuk provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Ada tujuh sektor yang dilombakan, Kalimantan Tengah menduduki peringkat ketiga dalam inovasi transportasi publik.

Di sektor transportasi publik untuk kategori provinsi itu, Kalimantan Tengah hanya berada di bawah Jawa Tengah dan Bali. Kemendagri menyediakan hadiah Rp3 miliar untuk peringkat pertama, Rp2 miliar bagi peringkat kedua, dan Rp1 miliar untuk peringkat ketiga.

Total, menurut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, pihaknya memberikan DID sebesar Rp168 miliar kepada 84 pemerintah daerah yang memiliki rencana program inovasi berupa simulasi protokol kesehatan dalam pelayanan publik di tengah pandemi Covid-19.

Hadiah uang dan piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung Mendagri Tito Karnavian di Gedung Sasana Bakti Praja Kemendagri Jakarta, Senin (22/6/2020), kepada beberapa kepala daerah dan perwakilan pemda yang hadir maupun yang menyaksikan siaran langsung lewat media sosial.

“Tujuannya adalah agar terjadi gerakan nasional kebersamaan, beradaptasi pada tatanan baru tersebut. Peran pemda menjadi sangat penting karena 548 pemda, baik di tingkat provinsi, kabupaten maupun kota, bersentuhan langsung dengan masyarakat di daerah masing-masing,” kata Tito dalam sambutannya yang disiarkan langsung dari Gedung Kemendagri Jakarta.

Tito mengatakan upaya adaptasi masyarakat menuju era tatanan baru di tengah pandemi Covid-19 harus didukung dengan adanya inovasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Rencana inovasi tersebut dapat dijadikan persiapan atau prakondisi bagi masyarakat dalam menuju tatanan kehidupan baru atau new normal life, tambah mantan Kapolri itu.

“Sebagai sesuatu yang baru, maka tatanan baru ini perlu tahap pengenalan atau prakondisi agar seluruh masyarakat siap dan mampu beradaptasi. Prakondisi ini dilakukan dengan membuat protokol kesehatan dalam berbagai sektor kehidupan dan melakukan simulasi-simulasi,” jelasnya.

Inovasi dalam menerapkan protokol kesehatan itu dilakukan karena belum ditemukan vaksin dan obat terhadap penyakit akibat COVID-19, serta adanya prediksi berbagai ahli dan peneliti kesehatan dunia bahwa pandemi masih akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.

Lomba inovasi tersebut diselenggarakan sejak 29 Mei dan diikuti oleh 460 daerah yang mengirimkan total 2.517 video simulasi penerapan protokol kesehatan di tujuh sektor, yaitu pasar tradisional, pasar modern, hotel, restoran, tempat wisata, transportasi publik dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).

Setelah melalui penilaian dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Badan Nasional Penanggulangan Perbatasan (BNPP); maka diperoleh 84 pemenang untuk kategori provinsi, kota, kabupaten dan kabupaten tertinggal.

“Untuk pemenang pertama, setiap kategori dan setiap klaster daerah, diberikan DID sebesar Rp3 miliar, pemenang kedua Rp2 miliar dan pemenang ketiga Rp1 miliar. Sehingga total terdapat 84 pemenang dengan total Rp168 miliar,” ujar Tito.

Berikut adalah daftar pemda peraih penghargaan dan hadiah uang berupa DID:

Sektor Pasar Tradisional

Tingkat provinsi:

I Bali

II Sulawesi Selatan

III Lampung

Reporter: admin2019
Back to top