Dari Putra Mahkota UEA Hingga Mantan PM Inggris Ikut Bangun PPU dan Kukar

Penulis: admin2019  •  Kamis, 16 Januari 2020 | 13:49:23 WIB

KALAMANTHANA, Jakarta – Sejumlah tokoh dunia akan ikut berperan dalam pembangunan ibu kota baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Termasuk di antaranya Putra Mahkota Uni Emirat Arab Muhammad bin Zayed dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penunjukan tokoh-tokoh dunia itu sebagai dewan pengarah pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan investor global.

“Dewan pengarah ada Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) , Masayoshi Son, dan Tony Blair. Peran mereka memberikan advisory dan mempromosikan Indonesia dan juga membangun kepercayaan,” ujar Luhut di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Ia mengemukakan penunjukan ketiga tokoh itu tidak lepas dari rencana pemerintah yang akan membentuk Sovereign Wealth Fund (SWF) atau badan usaha pengelola investasi. "Tiga tokoh itu punya nama besar, orang melihatnya kan trust, bangun kepercayaan," ucapnya.

Sheikh Mohamed bin Zayed merupakan Putra Mahkota Abu Dhabi. Sementara Masayoshi Son merupakan CEO Softbank. Dan, Tony Blair merupakan mantan Perdana Menteri Inggris periode 1997-2007.
 
“Pendanaan ibu kota baru salah satu hal, yang tak kalah penting mempromosikan Indonesia,” kata Luhut.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) menjadi dewan pengarah dalam membangun ibu kota baru negara di Kalimantan Timur. Lokasi calon ibu kota baru berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan di sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
 
Kontur lokasi ibu kota baru berbukit-bukit karena merupakan bekas hutan tanaman industri seluas 256 ribu hektare dengan kawasan inti seluas 56 ribu hektare. Nantinya ibu kota baru akan terbagi menjadi sejumlah klaster yaitu klaster pemerintahan seluas 5.600 hektare, klaster kesehatan, klaster pendidikan, serta klaster riset dan teknologi. (ik)

Reporter: admin2019
Back to top