KALAMANTHANA, Sampit - Jajaran Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Handoyo J Wibowo, angkat bicara soal truk-truk angkutan yang dinilai over kapasitas atau melebihi tonase daya kuat jalan lintas di Kotim ini. Dia juga mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) agar meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan roda enam seperti dum truck baik itu truck angkutan barang dan juga truck cpo agar tidak melebihi kapasitas daya angkutnya.
"Harus ditindak tegas,jangan sampai melebihi kapasitas jalan kita, karena jalan kita ini masih kategori C yang hanya mampu menahan beban maksimal 8 ton jika di lintasi 12 ton jelas saja hancur," ungkapnya Rabu (11/11/2020).
Bahkan disisi lain Handoyo juga mengatakan, selama ini pengawasan dari dinas terkait dinilai kurang maksimal di lakukan, sehingga dum truck dan angkutan CPO dengan kapasitas tonase puluhan ton itu tampak bebas mengangkut melintasi jalan di kawasan kota.
"Sudah jelas, semestinya sudah dilarang, tetapi mereka tetap langgar juga akibatnya jalan dalam kota pun rusak, saya minta dinas perhubungan tindak tegas saja, bisa kita lihat banyak saja fakta dilapangan yang jelas-jelas melanggar aturan," tegasnya.
Anggota Dewan Dapil II dari Fraksi Demokrat ini menegaskan, Dinas Perhubungan harus benar-benar jeli, dan meningkatkan koordinasi kepada jajaran Satlantas Polres Kotim, sehingga bisa langsung ditilang, agar ada efek jera dari para pelaku nantinya.
"Bila mana ada pelanggaran sudah seharusnya diitundak tegas, itu jalan S, Parman sudah rusak, sering saya liat truk barang yang kapsitas lebih dari 8 ton masuk, yang membawa container entah itu apa isinya saya juga belum tau namun yang jelas itu tidak boleh masuk jalan kawasan perkotaan," paparnya.
Bahkan dia juga menekankan, untuk bongkar muat tambahnya, truck ataupun container sudah ada tempatnya diluar dalam kota, yang benar-benar diperuntukan untuk itu.
"Kalau tidak salah di jalan arah samuda itu ada tempat untuk bongkar muat, disana memang diperuntukkan untuk itu, jadi kami rasa tidak perlu kedalam kota lagi, karena ada tempat khusus," tutupnya. (drm)