Legislator Kotim Ini Sayangkan Minibus yang Halangi Mobil Ambulans

Penulis: admin2020  •  Senin, 10 Mei 2021 | 22:19:29 WIB

KALAMANTHANA, Sampit - Viralnya sebuah minibus warna putih yang terlihat menghalangi mobil medis Ambulan yang sedang bertugas menjemput korban kecelakaan di JL Seodirman KM 13, Kecamatan MB Ketapang baru-baru ini mengundang reaksi dari warga masyarakat.

Hal ini juga tidak luput dari pantauan jajaran Komisi III DPRD Kotim, terutama disampaikan oleh Riskon Fabiansyah yang menilai dalam kejadian ini perlu adanya sosialisasi kembali terkait kendaraan instansi yang wajib didahulukan ketika sedang melintasi jalan raya.

"Memang perlu adanya pemberian pemahaman kepada masyarakat, baik itu melalui sosialisasi maupun melalu pemasangan papan pamplet agar warga masyarakat mengetahui apa saja kendaraan yang wajib didahulukan, salah satu contohnya, mobil pemadam, ambulan yang sedang bertugas, maupun kendaraan pejabat negara yang sedang melakukan perjalanan dinas keluar maupun dalam kota," ungkapnya Senin (10/4/2021).

Bahkan menurut legislator Partai Golkar ini, kejadian yang baru saja terjadi itu merupakan contoh bahwa kesadaran masyarakat masih minim akan hal itu, sehingga perlu adanya langkah-langkah jemput bola dalam hal mensosialisasikan kepada warga masyarakat pada umumnya.

"Kalau nantinya sudah dilakukan sosialisasi maupun pemasangan papan pamplet, toh masih saja ada yang melakukan hal yang serupa maka perlu dilakukan upaya penindakan secara tegas, agar ada efek jera, apalagi mobil pemadam, maupun ambulan yang tugasnya menolong masyarakat harus didahulukan, karena itu menyangkut nyawa orang lain yang harus cepat diselamatkan," imbuhnya.

Disisi lain dia juga menyayangkan adanya aksi tersebut yang mana mobil ambulan yang sedang bertugas itu mendapat perlakuan yang tidak semestinya dilakukan oleh oknum masyarakat tersebut.

"Kita sungguh menyayangkan hal itu, namun kembali lagi kami tegaskan perlu adanya sosialisasi maupun penindakan secara tegas dilapangan oleh pihak yang berwajib," tutupnya.(drm)

Reporter: admin2020
Back to top