KALAMANTHANA, Sampit – Kemacetan panjang terjadi di ruas Trans Kalimantan, tepatnya di Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menyusul kecelakaan truk bermuatan crude palm oil (CPO) yang terbalik sejak Minggu malam (29/3/2026).

Selain menyebabkan antrean kendaraan dari dua arah, tumpahan minyak di badan jalan membuat kondisi aspal licin dan memicu kekhawatiran akan terjadinya kecelakaan lanjutan.

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan terlihat mengular baik dari arah Sampit menuju Palangka Raya maupun sebaliknya. Sistem buka-tutup jalan pun diberlakukan untuk mengurai kemacetan, sehingga laju kendaraan harus diperlambat saat melintasi lokasi kejadian.

Salah seorang pengendara,Rizal, mengatakan kondisi tersebut sudah terjadi sejak malam hari dan belum sepenuhnya terurai hingga pagi.

“Belum ada petugas untuk penyemprotan tumpahan minyak, Antrian panjang di Trans Kalimantan, di Desa Parit. Bagi yang arah ke Sampit - Palangka Raya agar berhati-hati,” ujarnya, Senin pagi (30/3/2025).

Berdasarkan video yang beredar, kepadatan arus lalu lintas tampak dari kedua arah dengan kendaraan bergerak perlahan. Pengendara diimbau untuk ekstra hati-hati mengingat kondisi jalan yang licin akibat tumpahan minyak CPO.

Informasi di lapangan menyebutkan, kecelakaan diduga bermula dari truk pengangkut peti kemas yang tidak kuat menanjak, sehingga memicu tabrakan beruntun dengan truk CPO. Akibat kejadian tersebut, muatan minyak tumpah ke badan jalan dan memperparah kondisi lalu lintas.

Pengguna jalan pun meminta agar petugas segera melakukan penyemprotan dan pembersihan tumpahan minyak di aspal. Pasalnya, kondisi jalan yang licin dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan baru jika tidak segera ditangani.

“Kami berharap petugas segera turun tangan membersihkan tumpahan minyak ini agar tidak membahayakan pengguna jalan," harapnya.

Sementara itu, Kepala Disdamkarmat Kotim, Ahmad Taufik, menyampaikan pihaknya akan segera melakukan penanganan di lokasi kejadian.

“Segera Damkar ke sana untuk menyemprot minyaknya,” ungkapnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, sisa kendaraan yang terlibat kecelakaan masih terlihat di lokasi. Belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti insiden maupun proses evakuasi yang dilakukan.

Pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan, serta mempertimbangkan jalur alternatif guna menghindari kemacetan dan risiko kecelakaan di kawasan tersebut. (su)