Serunya Mangaruhi: Tradisi Tangkap Ikan Pakai Tangan yang Bikin Penonton Tertawa dan Terkesima

Penulis: Editor Kalamanthana 25  •  Jumat, 09 Mei 2025 | 19:20:16 WIB

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Suasana meriah dan penuh tawa mewarnai lomba tradisional Mangaruhi dalam rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2025, yang digelar di kawasan Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Senin (19/5/2025).

Puluhan pria, baik muda maupun paruh baya, tampak serius menyusuri kolam berlumpur sambil mengendap-ngendap. Dengan ekspresi tegang namun penuh semangat, mereka meraba-raba permukaan lumpur dengan tangan kosong untuk menangkap ikan yang tersembunyi di dalamnya. Sesekali terdengar sorak dan tawa penonton saat peserta menyeringai geli karena menyentuh sesuatu yang tak terduga.

Lomba Mangaruhi ini merupakan salah satu atraksi budaya khas suku Dayak yang kembali dipertandingkan pada ajang FBIM tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun ini. Kegiatan ini menarik perhatian masyarakat yang antusias memadati area lomba untuk menyaksikan keseruannya.

“Mangaruhi adalah tradisi lama masyarakat Dayak, biasanya dilakukan dalam rangkaian ritual atau acara adat,” ujar Gauri Vidya Dhaneswara, salah satu panitia FBIM 2025.

Ia menjelaskan, Mangaruhi adalah teknik tradisional menangkap ikan menggunakan tangan kosong di kolam berlumpur. Puluhan ekor ikan—seperti ikan gabus (haruan) dan lele—dilepaskan lebih dulu ke kolam sebelum peserta lomba turun untuk “berburu”.

“Peserta harus cekatan, sabar, dan punya insting yang tajam. Ini bukan sekadar lomba, tapi juga bagian dari warisan budaya,” tambah Gauri.

Keunikan lomba ini tidak hanya terletak pada teknik menangkap ikan, tapi juga pada atmosfer kekeluargaan dan kelucuan yang muncul sepanjang acara. Teriakan penonton, tawa anak-anak, hingga ekspresi peserta yang penuh kejutan menjadikan lomba Mangaruhi sebagai salah satu tontonan favorit di FBIM 2025.(Mit)

Reporter: Editor Kalamanthana 25
Back to top