KALAMANTHANA, Tenggarong – Motif aksi bunuh diri KSR, perantau dari Semarang, di Sebulu, Kutai Kartanegara, diduga masalah asmara. Dia pun mengirim pesan terakhir untuk ibu dan pacarnya. Isinya?

Jasad KSR dievakuasi aparat Polsek Sebulu Polres Kutai Kartanegara di sebuah kamar mes pencucian mobil di Jalan Pangeran Jayakarta, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kamis 12 Maret 2026 pagi.

KSR (22) adalah perantau asal Semarang, Jawa Tengah. Di Sebulu, dia bekerja di tempat pencucian mobil di Jalan Pangeran Jayakarta itu.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya, S (42), sekitar pukul 09.00 Wita saat hendak memasuki kamar istirahat.

Kapolsek Sebulu, Iptu Edy Subagyo, menyatakan setelah melakukan penyelidikan mendalam, pihaknya menduga KSR melakukan aksi nekat itu karena persoalan asmara.

Penyelidikan mendalam melalui pemeriksaan perangkat seluler korban mengungkap fakta memilukan. Polisi menemukan riwayat pesan singkat (WhatsApp) yang dikirimkan korban kepada ibu kandung dan tunangannya.

“Motif diduga kuat karena masalah asmara. Sebelum melakukan aksinya, korban sempat mengirimkan pesan pamitan dan foto tali nilon yang sudah disiapkan untuk gantung diri kepada orang tua dan kekasihnya,” jelas Kapolsek.

Pihak keluarga korban di Semarang telah dihubungi melalui sambungan video call.

Keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah, menolak proses otopsi, dan menyerahkan sepenuhnya proses pemulasaraan kepada pihak kepolisian dan pemerintah desa. (*)