KALAMANTHANA, Tamiang Layang — Pemerintah Kabupaten Barito Timur menunjukkan kepedulian nyata terhadap warganya yang mengalami kesulitan hidup. Sabtu malam (30/8/2025), satu keluarga asal Desa Matabu, Kecamatan Dusun Timur, dipulangkan ke kampung halaman mereka di Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, setelah mengalami keterpurukan ekonomi dan anak usia sekolah dasar terpaksa putus sekolah.
Langkah cepat diambil oleh Pemkab Barito Timur melalui koordinasi lintas sektor. Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan P. Lelo, menjelaskan bahwa pemulangan dilakukan demi memastikan keluarga tersebut tetap mendapatkan kehidupan yang layak. “Tadi pagi sempat diantar ke Ampah, namun keluarga yang dihubungi tidak datang menjemput. Akhirnya mereka meminta dipulangkan ke rumah orang tua di Baamang,” ujarnya.
Untuk menjamin kepastian tempat tinggal dan perlindungan anak, Pemkab berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat. Orang tua dari keluarga tersebut telah menandatangani surat pernyataan resmi untuk menetap di Sampit dan berkomitmen tidak menelantarkan anak, serta mendidik mereka dengan baik.
Penanganan kasus ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Sosial, Kodim 1012/Buntok, Camat Dusun Timur, Lurah Tamiang Layang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kepala Desa Matabu. Seluruh biaya pemulangan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Barito Timur.
“Ini bentuk kepedulian pemerintah daerah agar warganya tetap mendapatkan hak hidup dan pendidikan yang layak, meski mereka kembali ke daerah asal,” tegas Ari Panan.
Kini, keluarga tersebut telah tiba dengan selamat di Sampit dan diterima oleh pihak keluarga di Baamang. Pemerintah berharap anak yang sempat putus sekolah dapat segera melanjutkan pendidikan, dan keluarga tersebut memperoleh penghidupan yang lebih baik di bawah tanggung jawab orang tua. (Anigoru).