DPRD Desak Evaluasi Tambang PT EBA: Petani Trinsing Terancam Krisis Air dan Pangan

Penulis: Editor Kalamanthana 25  •  Sabtu, 02 Agustus 2025 | 18:31:15 WIB

KALAMANTHANA, Muara Teweh — Di tengah semangat kegiatan tanam cabai yang digelar Dinas Pertanian dan TP PKK Barito Utara, suara keresahan petani Desa Trinsing menggema lantang. Sekretaris Komisi II DPRD Barito Utara, Ardianto, menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan PT EBA yang dinilai telah mengganggu kehidupan agraris warga.

“Kami sangat menghargai kegiatan pertanian ini, tetapi tidak bisa menutup mata terhadap keluhan petani. Aktivitas tambang PT EBA telah memengaruhi kualitas air, produktivitas lahan, bahkan ketahanan pangan masyarakat,” tegas Ardianto, yang juga menjabat Ketua Badan Kehormatan DPRD Barito Utara, Sabtu (2/8/2025) .

Pernyataan itu disampaikan saat Ardianto menghadiri kegiatan tanam cabai rawit dan cabai besar bersama masyarakat, Sabtu (2/8). Meski acara berlangsung lancar, kekhawatiran petani terhadap dampak buruk pertambangan tak dapat disembunyikan.

Muslih, pemilik lahan seluas 10 hektare, mengungkapkan bahwa air sungai kini keruh dan dangkal. “Usaha perikanan kami rusak, lahan pertanian tidak lagi produktif,” keluhnya. Sementara itu, H Ambran menyoroti kesulitan irigasi dan banjir saat musim hujan yang merusak tanaman padi.

Menanggapi hal itu, Ardianto menekankan pentingnya solusi jangka pendek seperti pembangunan embung dan sistem cadangan air. Ia berkomitmen mendorong pemerintah daerah untuk membenahi infrastruktur irigasi dan melakukan kajian lingkungan yang komprehensif terhadap aktivitas tambang.

“Keluhan petani bukan sekadar suara, tapi alarm bagi keberlanjutan hidup masyarakat. Pemerintah harus bertindak nyata, bukan hanya seremonial,” tutupnya. (Sly).

Reporter: Editor Kalamanthana 25
Back to top