KALAMANTHANA, Buntok — Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Barito Selatan terus berinovasi dalam tata kelola aset milik pemerintah daerah. Sejak 2018, BPKAD mulai menerapkan sistem digital untuk menyajikan data aset secara transparan, akurat, dan mudah diakses—termasuk oleh investor.
Kepala BPKAD Barsel, H. Ahmad Akmal Husen, menyebut digitalisasi ini bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi kebutuhan mendesak dalam membangun sistem keuangan daerah yang modern dan akuntabel.
“Dengan sistem digital, data aset tidak lagi disimpan manual yang rawan kesalahan. Semuanya tersistem dan bisa dipantau secara real-time,” ujar Akmal, Selasa (05/08/2025).
Melalui sistem ini, pemerintah daerah dapat mengetahui jumlah, kondisi, dan status pemanfaatan aset secara detail. Informasi seperti lokasi, nilai, dan riwayat penggunaan kini tersaji lebih lengkap, mendukung pengambilan keputusan yang tepat dalam kebijakan keuangan dan investasi.
Akmal menegaskan, aset daerah adalah potensi besar yang selama ini belum dimanfaatkan optimal. Dengan digitalisasi, pemerintah ingin membangun kepercayaan publik dan mempermudah investor dalam mengakses informasi.
“Investor tak perlu lagi meraba. Data tersedia, terbuka, dan cepat diakses,” tambahnya.
Tak hanya untuk eksternal, sistem ini juga memperkuat pengawasan internal. Pemerintah dapat memantau aset bermasalah, menyusun strategi pemanfaatan, dan memastikan aset benar-benar memberi manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau dikelola baik, aset bisa jadi motor penggerak ekonomi Barsel,” tegas Akmal.
Ia berharap, sistem ini mampu meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendukung pembiayaan pembangunan tanpa terlalu bergantung pada dana transfer pusat. (Sly).