FTIK ke XII Tingkat Provinsi Kalteng Resmi Dibuka di Muara Teweh, 11 Cabang Diperlombakan

Penulis: admin2020  •  Selasa, 25 November 2025 | 18:40:18 WIB

KALAMANTHANA, Muara Teweh – Mewakili Gubernur Kalteng, Asisten II Setda Provinsi Herson B. Aden secara resmi membuka Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) ke XII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Arena Terbuka Tiara Batara Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Senin (24/11/2025) malam.

Ratusan peserta dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah hadir untuk menampilkan seni tradisi, lantunan tandak yang khas, serta kekayaan budaya Kaharingan yang telah diwariskan turun-temurun.

Asisten II Setda Provinsi Herson B. Aden, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival tahunan ini. Ia menilai FTIK bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang penting bagi generasi muda dalam memperkuat identitas budaya Kaharingan.

FTIK kata dia bukan hanya ajang lomba, tetapi wadah membangun generasi Hindu Kaharingan yang beriman, cinta budaya, dan memiliki karakter kuat.

“Melalui kegiatan ini, kita juga mempererat persaudaraan sebagai modal menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Herson.

Sementara itu Bupati Barito Utara, Shalahuddin dalam laporannya menjelaskan, FTIK XII merupakan momentum penting untuk memperkuat pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur masyarakat Dayak Kaharingan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Kalimantan Tengah.

Festival bukan hanya ajang perlombaan, tetapi sebuah komitmen bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya Kaharingan sebagai warisan leluhur.

“Melalui kegiatan ini kita ingin memastikan nilai-nilai filosofi Kaharingan tetap hidup, relevan, dan dipahami oleh generasi muda,” ujar Shalahuddin.

FTIK XII tahun 2025 mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 188.44/454/2025 serta hasil rapat lembaga pengembang Tandak Intan Kaharingan se-Kalteng. Festival digelar mulai 23–26 November 2025 di beberapa lokasi di Muara Teweh, termasuk Arena Tiara Batara, Gedung Balai Antang, Aula Bapperida, Aula Tandak, dan Lapangan Pura.

Tercatat 14 kabupaten/kota se Kalimantan Tengah mengirimkan kontingennya dengan total peserta dan pendamping mencapai lebih dari 1.000 orang. Para peserta akan berlaga dalam 11 cabang lomba, mulai dari Kandayu, Matir Basarah, Vokal Grup, Karungut, hingga pembacaan Kitab Suci Panaturan dan tarian bernuansa Hindu Kaharingan.

Dewan juri berjumlah 28 orang yang berasal dari akademisi serta tokoh Kaharingan yang telah menyatakan ikrar netralitas dan profesionalitas.

“Kami berharap festival ini menjadi ruang bagi lahirnya talenta-talenta baru, mempererat persatuan antarkontingen, sekaligus meningkatkan kebanggaan generasi muda terhadap seni dan adat Kaharingan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian dan pariwisata daerah,” lanjut Shalahuddin.

Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan FTIK XII, termasuk masyarakat Muara Teweh yang menyediakan tempat tinggal bagi para kontingen selama kegiatan berlangsung.

Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan (LPT-IK) Pusat, Parada LKDR, menegaskan, FTIK bukan sekadar acara seremonial, melainkan gerakan budaya yang memiliki nilai spiritual dan filosofi mendalam.

“Tandak Intan Kaharingan mengandung nilai-nilai luhur dalam Kitab Penuntun yang harus terus kita ajarkan dan lestarikan. Dengan tema Kolaborasi Harmoni Mewujudkan Kalteng Berkah dan Bermartabat, kita meneguhkan kearifan lokal sekaligus mempererat kanyang hantei atau persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Parada.

Pembukaan FTIK ke-XII berlangsung meriah dengan tradisi menyumpit (manyipet) ke target di layar vitron sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan.

Acara juga diramaikan dengan penyerahan piala bergilir Gubernur Kalteng, penampilan tari khas Kaharingan, serta Manasai bersama yang menambah kehangatan malam budaya tersebut. (sly)

Reporter: admin2020
Back to top