Legislator Apresiasi Pemprov Kalteng Realisasikan Aspirasi Masyarakat

Penulis: JNP  •  Kamis, 03 Juli 2025 | 18:36:44 WIB

KALAMANTHANA, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sutik, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalteng atas realisasi sejumlah aspirasi masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Terutama terkait pembangunan infrastruktur jalan dan penyediaan subsidi listrik desa. H

Di antaranya menurut Sutik, peningkatan Jalan Mokata dan Lingkar Selatan di Sampit yang menurutnya telah lama dinantikan masyarakat. “Alhamdulillah sudah dikerjakan. Masyarakat senang dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi yang telah memenuhi permintaan ini,” ujarnya, Kamis (3/7/2025).

Ia menekankan, tidak semua usulan dapat dipenuhi dalam waktu bersamaan, tetapi yang terpenting adalah program-program yang bersifat vital dan sangat dibutuhkan warga mendapat prioritas. Menurutnya, komitmen pemerintah dalam mengakomodasi kebutuhan infrastruktur dasar menunjukkan arah kebijakan yang tepat sasaran.

Demikian pula, lanjut Sutik, adanya program subsidi listrik untuk beberapa desa yang sebelumnya belum terjangkau aliran listrik. “Memang nama desanya saya tidak ingat satu per satu, tapi pada pembahasan kemarin sudah masuk dalam program. Subsidi dari provinsi akan sangat membantu,” ungkapnya.

Terkait hubungan masyarakat dan perusahaan, Sutik menyatakan pentingnya komunikasi dua arah, terutama dalam menyelesaikan sengketa lahan yang kerap muncul di kawasan perkebunan. Ia mengakui bahwa persoalan kerap terjadi karena minimnya informasi atau dokumentasi antara perusahaan dan masyarakat.

“Kadang-kadang perusahaan sudah beli dari orang tua, tapi anaknya tidak tahu. Akhirnya dipersoalkan lagi. Tapi ada juga perusahaan beli ke orang yang tidak jelas. Jadi tidak bisa disalahkan salah satu pihak saja,” kata politisi senior tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa mayoritas perusahaan di wilayahnya memang memberi prioritas kepada tenaga kerja lokal, walau pada praktiknya tetap disesuaikan dengan kompetensi dan kesiapan masyarakat. “Kalau masyarakatnya tidak siap, perusahaan tentu akan cari tenaga dari luar. Tapi peluang untuk warga lokal itu selalu ada, terutama di sekitar area perusahaan,” pungkasnya. (ny)

Reporter: JNP
Back to top