JEDI KIM Barito Timur Diperkuat Lewat Pemantauan Digital

Penulis: Editor Kalamanthana 25  •  Kamis, 30 Oktober 2025 | 07:39:57 WIB

KALAMANTHANA, Tamiang Layang - Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Barito Timur melakukan pemantauan Jejaring Digital Komunitas Informasi Masyarakat (JEDI KIM) di Kecamatan Benua Lima dan Dusun Timur pada 27–28 Oktober 2025. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP), Wayan Cakre, selaku Project Leader Aksi Perubahan, bersama Tim Efektif dan Admin JEDI KIM kabupaten.

Pemantauan ini merupakan bagian dari implementasi aksi perubahan bertajuk “Pembentukan Jejaring Digital Komunitas Informasi Masyarakat (JEDI KIM) untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Diseminasi Informasi dan Pencegahan Disinformasi.” Menurut Wayan, kegiatan tersebut bertujuan menilai sejauh mana optimalisasi pemanfaatan JEDI KIM dalam penyebaran informasi publik di tingkat kecamatan.

“Kami ingin memastikan, KIM benar-benar berperan aktif sebagai penghubung informasi antara pemerintah dan masyarakat melalui kanal digital,” ujar Wayan.

Hasil pemantauan menunjukkan sebanyak 311 artikel dan foto telah diunggah oleh KIM di dua kecamatan melalui website KIM.id. Kecamatan Benua Lima dinilai konsisten memperbarui konten setiap minggu, sementara Kecamatan Dusun Timur masih menghadapi kendala sumber daya manusia dalam pengelolaan konten digital.

Beberapa KIM yang menonjol karena aktif dan konsisten memperbarui konten antara lain KIM HAPAU HABAR, PIPAKATAN BAGOK, PAWAWARA, FORTUNATE, dan NETAMPIN BERSINAR. Di sisi lain, sejumlah KIM memerlukan peningkatan kualitas visual dan frekuensi pembaruan.

“Secara umum, JEDI KIM terbukti efektif memperkuat peran KIM sebagai simpul informasi publik di daerah. Namun, keberlanjutan program ini sangat bergantung pada peningkatan kapasitas SDM dan dukungan infrastruktur digital,” jelas Wayan.

Tim juga mengidentifikasi kebutuhan strategis seperti pelatihan lanjutan pembuatan konten digital, pendampingan rutin oleh admin kabupaten, serta pemberian insentif bagi pengurus KIM yang aktif. Selain itu, disarankan penyusunan indikator evaluasi berbasis aktivitas digital untuk mengukur kinerja KIM ke depan.

Kegiatan pemantauan ditutup dengan diskusi dan pemberian masukan langsung kepada pengurus KIM di masing-masing kecamatan. Tujuannya, memperbaiki pengelolaan konten dan memperluas jangkauan publikasi di platform digital.

“Langkah ini bukan sekadar evaluasi, tetapi juga bentuk penguatan kapasitas agar KIM mampu menjadi garda terdepan dalam membangun literasi digital masyarakat Barito Timur,” tutup Wayan. (Anigoru).

Reporter: Editor Kalamanthana 25
Back to top