Gebrakan Dini, Kolaborasi Tekan Pernikahan Dini dan Stunting

Penulis: Editor Kalamanthana 25  •  Senin, 21 Juli 2025 | 18:07:48 WIB

KALAMANTHANA, Murung Raya – Dalam upaya menekan angka pernikahan dini dan stunting, PT Maruwai Coal bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya menggelar Program Gerakan Remaja Lawan Pernikahan Dini (Gebrakan Dini).

Kegiatan sosialisasi ini berlangsung pada 21–24 Juli 2025 di Aula RSUD Puruk Cahu, menyasar guru dan siswa dari sekolah-sekolah di kawasan Laung Tuhup, sesuai dengan wilayah operasi PT Maruwai Coal.

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan bahaya pernikahan dini, membekali guru sebagai agen perubahan, mendorong siswa menjadi pendidik sebaya, serta membangun komunikasi sekolah yang mendukung pencegahan nikah dini.

Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya, dr. Suwirman Hutagalung, menyampaikan bahwa pernikahan dini berdampak pada kesiapan mental dan pendidikan rendah, yang berujung pada risiko stunting.

“Melalui program ini kita akan menekan angka stunting,” tegas Suwirman.

Ia menambahkan bahwa guru peserta sosialisasi akan menerima sertifikat dan berperan sebagai narasumber di desa-desa.

Section Head Community Development PT Maruwai Coal, Riawan Maruf, menyebut pernikahan dini sebagai salah satu akar masalah stunting.

“Pernikahan dini tidak hanya meningkatkan risiko stunting, tetapi juga mempengaruhi kesehatan tubuh dan sistem reproduksi yang belum siap,” ujarnya.

Riawan juga menyoroti ketidaksiapan emosional dan finansial pasangan muda dalam menjalankan peran sebagai orang tua.

Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, berharap program ini membekali remaja dengan pengetahuan, keberanian, dan kesadaran untuk merencanakan masa depan yang lebih baik.

“Langkah ini penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih peduli terhadap masa depan anak-anak,” ujarnya.

Rahmanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai kesehatan reproduksi, perencanaan hidup, dan kesetaraan gender.

“Mari kita pastikan bahwa anak-anak kita memiliki ruang dan kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi setinggi-tingginya,” tutupnya. (Sly).

Reporter: Editor Kalamanthana 25
Back to top