KALAMANTHANA, Sampit – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Marudin, meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mengancam wilayah.
“Upaya pencegahan kebakaran tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi,” tegas Marudin, Sabtu (11/10/2025).
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, perusahaan, dan masyarakat relawan menjadi kunci utama untuk menekan risiko bencana asap. Ia menilai Dinas Pemadam Kebakaran maupun BPBD harus menggandeng seluruh elemen, mulai dari kelompok masyarakat peduli api (MPA) hingga perusahaan yang berada di kawasan rawan karhutla.
Politisi PKB itu menekankan pentingnya kesiapsiagaan dini, karena pencegahan jauh lebih efektif ketimbang penanganan saat api sudah meluas. Ia juga mendorong agar simulasi dan pelatihan gabungan penanganan kebakaran dilakukan secara rutin untuk memastikan kesiapan tim di lapangan.
“Latihan harus dilakukan secara berkala dan disertai kesiapan alat,” ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim telah menggelar simulasi gabungan pemadaman kebakaran bangunan bersama sejumlah instansi. Marudin berharap kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi nyata dalam menghadapi karhutla.
Dengan koordinasi yang lebih solid, DPRD Kotim optimistis ancaman karhutla dapat ditekan sehingga masyarakat terhindar dari dampak kabut asap. (Darmo).