Drainase Dangkal dan Jalan Rusak, DPRD Kotim Minta Antang Barat Jadi Fokus Pembangunan

Penulis: Editor Kalamanthana 25  •  Senin, 27 Oktober 2025 | 16:38:46 WIB

KALAMANTHANA, Sampit — Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Idi, mendesak pemerintah daerah segera memprioritaskan pembangunan drainase di wilayah Antang Barat, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Desakan itu muncul setelah warga kembali mengeluhkan banjir yang selalu terjadi setiap musim hujan.

“Masalah banjir di kawasan Antang Barat harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujar Idi, Senin, (27/10/2025).

Idi yang turut bergotong royong bersama warga menjelaskan bahwa genangan air disebabkan oleh kondisi drainase yang dangkal dan tidak terhubung dengan saluran utama. Alhasil, air hujan tidak dapat mengalir dengan baik sehingga meluap ke jalan dan permukiman.

Selain persoalan drainase, Idi menyoroti kondisi jalan poros Antang Barat yang merupakan akses penting masyarakat menuju pusat Kota Sampit dan area pemakaman umum.
“Jalan ini digunakan untuk aktivitas sehari-hari, termasuk menuju pemakaman. Jadi sudah seharusnya menjadi prioritas perbaikan,” tegasnya.

Politisi PKB itu mengapresiasi warga RW 14, khususnya RT 43 Antang Barat, yang secara swadaya memperbaiki saluran air di lingkungan mereka.
“Kepedulian warga ini luar biasa. Tapi mereka juga berharap pemerintah ikut turun tangan membangun drainase yang permanen dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Sekitar separuh wilayah Antang Barat selalu terdampak banjir setiap tahun. Karena itu, Idi mendesak agar pembangunan drainase dan peningkatan jalan dimasukkan dalam prioritas program tahun anggaran 2026.
“Jalan utama belum pernah diperbaiki. Harapan kami tahun depan sudah ada tindak lanjut dari pemerintah daerah,” kata Idi.

Sementara itu, Ketua RT 43/RW 14, Mat Hali, mengatakan bahwa warga rutin melakukan gotong royong membersihkan parit dan selokan di sepanjang jalan poros sebagai upaya pencegahan.
“Kalau hujan deras, pasti ada rumah warga yang tergenang. Kami berharap tahun depan pemerintah bisa memperbaiki jalan dan drainase, karena sudah lama tidak tersentuh pembangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa gotong royong juga dilakukan untuk mencegah penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) yang pernah muncul akibat adanya banyak genangan air di lingkungan sekitar. (Darmo).

Reporter: Editor Kalamanthana 25
Back to top