Muliawan Margadana Ajak Umat Katolik Tempatkan Pesparani Jadi Gerakan Budaya dan Kasih

Penulis: admin2020  •  Sabtu, 22 November 2025 | 10:48:48 WIB

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran secara resmi membuka Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) I Tingkat Provinsi Kalteng di Palangka Raya, Jumat (21/11/2025) malam.

Pembukaan yang dihadiri peserta dari 11 kabupaten dan kota Palangka Raya tersebut, Gubernur Agustiar didampingi Uskup Keuskupan Palangka Raya Mgr. Aloysius M Sutrisnaatmaka, Ketua Umum LP3KN Muliawan Margadana, Ketua Panitia Sutoyo beserta lainnya.

Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Muliawan Margadana mengajak umat Katolik menempatkan Pesparani menjadi gerakan budaya dan kasih untuk menumbuhkan iman.

"Sebuah gerakan yang memupuk generasi muda Katolik Kalimantan Tengah agar semakin berakar pada iman, berbudaya mulia, mencintai tanah air, teguh dalam persaudaraan, dan mampu menjadi teladan harmoni di tengah keragaman masyarakat," kata Muliawan.

Baca Juga: Sehari Sebelum Pembukaan Pesparani I Kalteng, Gubernur Agustiar Sabran Tinjau GOR Indoor

Provinsi Kalimantan Tengah bukan hanya tanah air secara geografis, tetapi tanah yang hidup secara batiniah karena memiliki banyak nilai-nilai luhur.

Provinsi ini kata Muliawan memiliki nilai Belom Bahadat yang meneguhkan manusia agar hidup bermartabat, disertai nilai Handep sebagai upaya mengajarkan untuk berdiri bersama.

"Hinting Pali yang juga nilai-nilai hidup di Kalteng mengingatkan batas-batas moral harus dijaga demi harmoni. Termasuk Huma Betang menanamkan keragaman adalah ruang tinggal bagi persaudaraan," ucapnya.

Menurut dia nilai-nilai itu bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari arsitektur etika masyarakat di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila menjadi dan telah menopang hidup ratusan tahun.

"Jadi, pesparani berdiri di atas fondasi nilai tersebut sekaligus memberi bukti iman Katolik dapat berakar dengan kokoh di dalam kebudayaan Nusantara tanpa kehilangan identitas khasnya," tambahnya.

Muliawan menyebut, di tengah derasnya arus modernitas dengan segala tantangan moral dan sosialnya, Pesparani pun turut hadir sebagai ruang penjernihan hati, tempat generasi muda ditempa dalam disiplin, kejujuran, kecintaan terhadap budaya, serta kepedulian kepada sesama.

Nilai-nilai inilah yang membuat semangat kasih bukan sekadar gagasan, tetapi hidup nyata dalam tubuh umat sebagai sebuah proses di mana musik gerejani menjadi sarana membentuk kepekaan sosial.

"Untuk itulah, ketika paduan suara bergema nantinya di Pesparani Kalteng ini, kita tidak hanya mendengar nyanyian liturgi, tetapi juga mendengar denyut nadi Kalimantan Tengah yang mempersatukan budaya Dayak dengan cinta umat Katolik Indonesia," kata dia.

Muliawan Margadana pun mengapresiasi hadirnya para pemimpin daerah di pembukaan Pesparani Kalteng tahun 2025.

Kehadiran itu meneguhkan pembangunan bangsa tidak hanya mengurus fisik dan teknologi, tetapi juga menata karakter, budi pekerti dan spiritualitas sebagai fondasi peradaban. (sly)

Reporter: admin2020
Back to top