Banjir di Utara Kotim Meluas, Dua Desa di Tualan Hulu Terendam dan Akses Utama Terputus

Penulis: admin2020  •  Jumat, 05 Desember 2025 | 09:38:19 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Banjir di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meluas. Laporan perkembangan terbaru pada Kamis (4/12/2025) menunjukkan peningkatan muka air di dua desa di Kecamatan Tualan Hulu, yaitu Desa Tumbang Mujam dan Desa Merah.

Kepala BPBD Kotim, Multazam mengatakan sejak pukul 07.10 WIB, muka air di Desa Tumbang Mujam tercatat 49 cm dan meningkat menjadi 60 cm pada pukul 13.37 WIB.

"Kenaikan ini dipicu hujan lebat di hulu Sungai Tualan. Berdasarkan data Pos Curah Hujan (PCH) BWS Kalimantan II, wilayah Tumbang Mankup menerima hujan 68,5 mm dan Tumbang Sangai 86 mm selama periode 3–4 Desember," kata Multazam, Jum'at (5/12/2025)

Untuk Fasilitas terdampak meliputi 1 rumah (1 KK / 4 jiwa), Fasilitas perkantoran dan fasilitas umum yang turut terendam

Sementara, Di Desa Merah, ketinggian air mencapai 60–100 cm. Infrastruktur paling terdampak adalah jalan poros desa yang menjadi akses utama ke ibu kota kecamatan. Sekitar 400–500 meter ruas jalan ini terputus dan tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Kondisi tersebut berimbas pada pelayanan kesehatan karena Puskesmas Kecamatan Hulu berada di desa tersebut," ungkapnya.

Untuk fasilitas yang terdampak di Desa Merah, 12 rumah, 13 KK / sekitar 40 jiwa. Tidak ada warga yang mengungsi.

Pos Duga Air (PDA) Kuala Kuayan milik BWS Kalimantan II mencatat peningkatan muka air sepanjang 3 Desember 2025: 07.00 WIB: 7,58 meter, 12.00 WIB: 7,62 meter, 18.00 WIB: 7,66 meter, Dengan Tinggi Muka Air (TMA) banjir berada pada level 7,78 meter.

"Peningkatan ini menjadi tanda bahaya, terutama jika hujan kembali turun di wilayah Antang Kalang dan Telaga Antang yang berpotensi memperburuk situasi di bantaran Sungai Tualan, Mentaya, dan Cempaga," terangnya.

BPBD Kotim melakukan mitigasi awal melalui sejumlah koordinasi lintas sektor, antara lain: Koordinasi dengan PLN terkait potensi terendamnya satu unit trafo di Tumbang Mujam. Koordinasi dengan pemerintah desa di Tumbang Mujam dan Desa Merah, Koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, Menyiapkan pelayanan dasar melalui moda transportasi sungai jika akses darat terputus.

Berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kotim terkait kondisi sekolah, Menugaskan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD untuk monitoring langsung pada 5 Desember 2025.

"Kami akan terus melakukan pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan banjir yang masih berpotensi terjadi," pungkas Multazam. (su)

Reporter: admin2020
Back to top