DPRD Kotim Imbau Warga Pesisir Waspada Banjir Rob

Penulis: Editor Kalamanthana 25  •  Selasa, 09 Desember 2025 | 09:11:40 WIB

KALAMANTHANA, Sampit  - Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Daerah Pemilihan 3, Eddy Mashamy, mengingatkan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya banjir rob yang melanda wilayah selatan Kotim dalam beberapa hari terakhir.

Eddy menyebut banjir rob biasanya berlangsung empat hingga lima jam, namun pasang maksimum pada Selasa malam (9/12/2025) diperkirakan menjadi yang tertinggi. “Kami imbau masyarakat pesisir untuk tetap siaga dengan adanya banjir rob,” ujar Sekretaris Komisi I DPRD Kotim itu.

Sebagai perwakilan dapil 3 yang meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, dan Teluk Sampit, politisi PAN ini juga mengingatkan potensi bahaya lain yang sering muncul bersamaan dengan banjir rob, yakni kemunculan buaya yang bisa naik ke permukiman. Ia meminta warga membatasi aktivitas di tepi sungai hingga kondisi kembali aman.

Menurutnya, daerah paling terdampak meliputi Jaya Kelapa, Sebamban, Samuda, serta desa-desa pesisir lainnya. Eddy juga mengapresiasi langkah BPBD yang terus memberikan imbauan dan informasi kepada warga terkait bahaya banjir rob dan cuaca.

Banjir rob pada Senin (8/12/2025) meluas hingga enam wilayah di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dengan ketinggian mencapai 30–90 sentimeter, merendam jalan, halaman, hingga rumah warga. Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengonfirmasi wilayah terdampak meliputi Samuda Kota, Basirih Hilir, Sei Ijum Raya, Sebamban, Handil Sohor, dan Jaya Karet.

“Sejumlah pengendara kesulitan melintas, dan warga mulai memindahkan barang ke tempat yang lebih tinggi,” kata Multazam.

Banjir rob sudah terjadi sejak Sabtu malam (6/12) dan diperkirakan berlanjut hingga 15 Desember, terutama pada pukul 18.00–22.00 WIB saat pasang puncak. BPBD mengimbau warga tetap waspada terhadap segala potensi bahaya, termasuk ancaman predator dari perairan pesisir.

“Perhatikan barang-barang berharga dan ancaman buaya. Jika air terus naik dan membahayakan, segera laporkan ke petugas,” tegas Multazam.

Sementara itu, wilayah Pulau Hanaut masih dalam proses pendataan lebih lanjut. (Su).

Reporter: Editor Kalamanthana 25
Back to top