KALAMANTHANA, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan penyerapan anggaran, opini pengelolaan keuangan pemerintah daerah, serta Monitoring Center for Prevention (MCSP) sebagai indikator utama kinerja pemerintahan sekaligus ukuran kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kabupaten Barito Utara.
“Penyerapan anggaran, opini pengelolaan keuangan pemerintah daerah, dan MCSP harus menjadi perhatian serius seluruh perangkat daerah, karena sangat menentukan kinerja pemerintahan dan kepercayaan publik,” tegas Bupati, di Aula Setda Lantai I, Senin (12/1/2026).
Shalahuddin juga menyampaikan agenda keikutsertaannya pada kegiatan ESQ bersama Rigi Manjar di Jakarta pada pekan berikutnya. Ia meminta OPD yang hadir memanfaatkan momentum tersebut untuk menjadwalkan pertemuan dengan kementerian terkait guna membahas program strategis daerah.
Salah satu agenda utama yang disoroti adalah rencana pembangunan Jembatan Hasan Basri II melalui skema konsorsium. Menurut Bupati, umur teknis Jembatan Hasan Basri I diperkirakan tersisa sekitar 9–11 tahun sehingga persiapan pembangunan jembatan baru perlu dilakukan sejak dini.
“Desainnya tidak perlu mewah. Yang terpenting adalah fungsi dan daya dukungnya. Bentang tengah bisa dirancang 150 hingga 200 meter dengan clearance yang memadai untuk mendukung aktivitas angkutan, termasuk batubara,” jelasnya.
Ia menegaskan pembiayaan pembangunan jembatan tidak dibebankan langsung kepada Pemkab Barito Utara, melainkan melalui konsorsium. Pemerintah daerah berperan pada aspek teknis, perencanaan, dan supervisi sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, ia meminta studi kelayakan, desain teknis, serta dokumen pendukung segera diperbarui dan dikonsultasikan ke kementerian terkait.
Selain proyek jembatan, Bupati juga menekankan percepatan pembangunan Bendungan Joloi yang telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Bendungan tersebut dinilai krusial untuk pengendalian banjir yang kerap terjadi hingga tiga kali dalam setahun di wilayah Barito Utara.
“Kita harus aktif mendorong proyek Bendungan Joloi ke kementerian terkait, dengan Barito Utara sebagai pionir bersama Murung Raya dan daerah sekitarnya,” ujarnya.
Mengakhiri rapat, Shalahuddin meminta seluruh perangkat daerah menindaklanjuti arahan secara serius, terencana, dan terukur guna mendukung keberhasilan pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Rapat turut dihadiri Sekretaris Daerah Drs. Muhlis, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bahrum F. Girsang, serta Asisten III Bidang Administrasi Umum H. Yaser Arapat. (Sly).