KALAMANTHANA, Cirebon – Duka mendalam dirasakan Sumiati. Tak lagi dia bisa bertemu JS. Sang suami ditemukan meninggal dunia di dasar kolam di Kota Cirebon.
Sudah lebih dari 24 jam dia mencari-cari JS. Saat ditemukan, suaminya itu malah sudah tak bernyawa lagi. Kepergiannya pun dilewati dengan tragis.
Sumiati masih ingat, pada Jumat (20/3) malam, JS mengeluhkan kram di perut. Kondisinya lemah sehingga tak bisa beraktivitas seperti biasa.
Malam itu, Sumiati yang menjaga JS, sempat tertidur. Begitu bangun, JS sudah tak berada di sampingnya.
Dia baru terhenyak ketika Minggu (22/3) siang sekitar pukul 14.00 WIB, suaminya itu sudah ditemukan di dasar kolam besar di Balong 3 CUPD Blok RT 011, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.
JS, pria berusia 56 tahun beralamat di Kecamatan Pemalang, Jawa Tengah, ditemukan warga sekitar. Sehari-harinya, JS adalah pengumpul barang rongsok.
Kapolsek Cirebon Utara Barat Kompol Iwan Gunawan menjelaskan pihaknya bersama tim langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat dan melakukan serangkaian pemeriksaan awal guna memastikan penyebab kematian korban secara objektif.
Ia menegaskan bahwa dari hasil pengecekan sementara terhadap tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
Menurut Carmin, rekan kerja JS, dia ikut melakukan pencarian setelah mendapat informasi dari keluarga korban mengenai hilangnya korban.
Dalam proses pencarian tersebut, saksi menemukan sandal serta botol minum milik korban di sekitar lokasi balong yang kemudian mengarah pada upaya pencarian lebih lanjut di area tersebut.
Proses pencarian dilakukan dengan menyusuri area sekitar balong hingga akhirnya korban ditemukan berada di dasar balong dalam kondisi tidak bernyawa.
Penemuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pihak kepolisian guna dilakukan evakuasi serta pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan dari para saksi, serta melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik korban guna memastikan tidak adanya unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara serta keterangan dari para saksi, kuat dugaan korban meninggal dunia akibat kondisi kesehatan yang dialaminya sebelumnya, sehingga tidak ditemukan indikasi adanya tindak pidana dalam kejadian tersebut.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarga, terutama ketika mengalami keluhan yang cukup serius, serta segera mencari pertolongan medis guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi melalui Layanan Polisi 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat. (*)