KALAMANTHANA, Jakarta – Donald Trump makin “mencla-mencle”. Dia bilang AS dan Iran sudah mencapai poin kesepakatan utama. Padahal, “Tak ada dialog antara Teheran dan Washington,” tegas Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kepada wartawan di Palm Beach, mengatakan AS dan Iran telah memiliki poin kesepakatan utama.
Itu pulalah yang membuatnya menunda lima hari rencana penyerangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran.
Berbicara di dekat Air Force One, ia mengatakan pembicaraan telah sangat kuat dan penasihatnya Steve Witkoff serta menantunya Jared Kushner telah terlibat.
“Kita akan lihat ke mana arahnya,” katanya tentang pembicaraan tersebut.
“Kita memiliki poin kesepakatan utama; saya akan mengatakan hampir semua poin kesepakatan,” tambahnya.
Donald Trump mengatakan AS telah berbicara dengan "orang penting" tetapi bukan pemimpin tertinggi yang baru, sebelum menambahkan: "Kita tidak tahu apakah dia masih hidup."
Tetapi, Iran pada Senin 23 Maret 2026 langsung membantah telah mengadakan pembicaraan apa pun dengan AS.
Kantor berita semi-resmi Mehr, mengutip sumber Iran, mengatakan bahwa "tidak ada dialog" antara Teheran dan Washington.
Sumber tersebut mengatakan komentar Trump adalah bagian dari upayanya "untuk menurunkan harga energi dan mengulur waktu untuk melaksanakan rencana militer."
Sumber Iran tersebut mengakui bahwa negara-negara regional telah mengajukan inisiatif yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan.
“Kami bukanlah pihak yang memulai perang ini, dan semua tuntutan tersebut harus diarahkan ke Washington,” tambahnya.
Trump pada Senin mengatakan bahwa dia telah memerintahkan penundaan selama lima hari untuk semua serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran, dengan alasan pembicaraan yang "sangat baik dan produktif" dengan Teheran selama dua hari terakhir.
“Saya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah,” kata Trump di platform media sosialnya, Truth Social.
Trump menambahkan bahwa berdasarkan "nada dan isi percakapan mendalam, terperinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu," dia telah menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.
Penundaan itu bergantung pada keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung, tambahnya.
Hal itu terjadi ketika eskalasi regional terus meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Teheran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan. (*)