Teror Beruang Madu di Sampit, Betulkah Karena Habitatnya Kian Tergerus?

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:45:55 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Teror beruang madu meresahkan warga Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Betulkah karena habitatnya terganggu?

Teror beruang madu sudah beberapa hari dirasakan masyarakat Sampit, khususnya di wilayah Lingkar Utara Sampit, Kotawaringin Timur. Sejumlah hewan peliharaan mereka jadi korban.

Sejumlah warga bahkan mengaku sempat melihat sosok beruang madu itu berkeliaran di sekitar area lokasi rumah mereka.

Mereka menduga beruang madu itu berkeliaran setelah terlibat perkelahian dengan beberapa anjing milik warga sebelum akhirnya menyerang.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Sampit.

Petugas yang turun ke lokasi menduga beruang tersebut hanya melintas dan tidak menetap di kawasan tersebut.

“Kemunculan beruang madu ini diduga hanya melintas. Namun masyarakat tetap kami imbau untuk waspada dan tidak mendekati satwa liar karena berpotensi membahayakan,” ujar Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah.

Meski demikian, kemunculan beruang madu di dekat permukiman tetap menimbulkan kekhawatiran warga. Mereka kini lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di malam hari atau di sekitar kawasan hutan.

Warga juga diimbau tidak mencoba mengganggu atau mendekati satwa liar demi menghindari risiko serangan.

Kemunculan beruang madu ini diduga berkaitan dengan pergerakan habitat atau terganggunya lingkungan alami satwa tersebut, sehingga mendekati wilayah permukiman.

Hingga kini, warga masih diliputi rasa was-was dan berharap ada langkah antisipasi dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Salah seorang warga, Fendi, mengaku tak sempat melihat wujud beruang madu itu. Tapi, dia pernah mendengar gonggongannya yang luar biasa keras.

“Suara gonggongan keras sekali, seperti ada yang diserang. Kami curiga itu bukan hewan biasa. Tapi kami tidak berani keluar karena kondisi gelap dan mencekam,” ujar Fendi, Sabtu 28 Maret 2026.

Teror beruang madu tersebut, kian terasa saat anjing milik warga ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Dugaan kuat sementara, anjing tersebut menjadi korban serangan beruang madu, satwa liar tersebut.

Kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat setelah sebelumnya sempat terdengar suara gaduh dan kemunculan beruang madu di sekitar permukiman.

Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di jalur menuju Simpang Kandan, kawasan yang masih berbatasan dengan semak belukar dan hutan. Warga menduga telah terjadi serangan satwa liar terhadap anjingnya.

Keesokan harinya, warga mendatangi lokasi dan menemukan seekor anjing sudah dalam kondisi mati dengan luka parah. Di sekitar lokasi juga terlihat semak-semak roboh dan bekas pergerakan yang diduga berasal dari satwa berukuran besar. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top