KALAMANTHANA, Sampit – Apakah beruang madu di Lingkar Utara Sampit adalah juga yang muncul di perkebunan PT TASK? Warga Kotawaringin Timur meyakini beruang madu itu bukan hanya seekor.
Beruang madu muncul di perkebunan kelapa sawit PT TASK di Desa Lubuk Tanggan, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur. Dia terpantau muncul pada Sabtu 29 Maret 2026.
Situasi ini membuat kekhawatiran warga Kotawaringin Timur kian meningkat. Mereka meyakini, kemunculan beruang madu kali ini bukan lagi kemunculan tunggal.
“Beruang ini tidak hanya muncul satu ekor yang terlihat, tapi sekarang seperti berkelompok. Ini yang membuat kami makin waspada,” ujar warga Kotawaringin Timur, Ardi, Senin 30 Maret 2026.
Kemunculan beruang terpantau di beberapa blok sekaligus, mulai dari N43 hingga N47, dengan pola pergerakan yang berpindah dari satu titik ke titik lain.
Informasi yang beredar di kalangan pekerja menyebutkan, keberadaan beruang pertama kali terlihat di blok N43 sebelum kemudian berpindah ke area lain.
Jejak dan tanda-tanda keberadaan satwa tersebut juga ditemukan di beberapa lokasi berbeda.
Sebelumnya, Teror beruang madu tersebut terutama dirasakan warga di Lingkar Utara Sampit, Kotawaringin Timur.
Pemicunya, seekor anjing milik warga ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Dugaan kuat sementara, anjing tersebut menjadi korban serangan beruang madu, satwa liar tersebut.
Kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat setelah sebelumnya sempat terdengar suara gaduh dan kemunculan beruang madu di sekitar permukiman.
Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di jalur menuju Simpang Kandan, kawasan yang masih berbatasan dengan semak belukar dan hutan. Warga menduga telah terjadi serangan satwa liar terhadap anjingnya.
“Suara gonggongan keras sekali, seperti ada yang diserang. Kami curiga itu bukan hewan biasa, tapi tidak berani keluar karena kondisi gelap dan mencekam,” ujar Fendi, salah seorang warga, Sabtu 28 Maret 2026.
Keesokan harinya, warga mendatangi lokasi dan menemukan seekor anjing sudah dalam kondisi mati dengan luka parah. Di sekitar lokasi juga terlihat semak-semak roboh dan bekas pergerakan yang diduga berasal dari satwa berukuran besar. (*)