Masih Misterius, Kematian IRT Hamil di Kelurahan Ketapang Masih Diselidiki

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 04 April 2026 | 12:02:00 WIB
Suasana rumah duka di Jalan Dewi Sartika Sampit.

KALAMANTHANA, Sampit – Misteri kematian seorang ibu rumah tangga (IRT) yang diduga sedang hamil di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hingga kini masih diselidiki aparat kepolisian.

Korban berinisial PP (30) ditemukan meninggal dunia pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Sebelum kejadian tragis tersebut, korban diketahui sempat berpamitan kepada keluarga untuk mandi.

Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Resky Maulana Zukarnain, melalui Kapolsek Ketapang, AKP Anis, menjelaskan bahwa momen izin mandi tersebut menjadi titik awal terungkapnya peristiwa ini.

“Korban sempat izin untuk mandi, namun setelah itu tidak keluar lagi. Hal ini yang kemudian menimbulkan kecurigaan dan masih kami dalami penyebab pastinya,” ujar AKP Anis, Sabtu (4/4/2026).

Kecurigaan saksi semakin kuat ketika terdengar suara air kran masih menyala tanpa adanya aktivitas dari dalam kamar mandi. Saksi kemudian membuka paksa pintu dan mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung.

“Saat dicek, korban sudah dalam kondisi tergantung. Hingga kini kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan motif di balik kejadian tersebut,” tambahnya.

Korban sempat dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Murjani Sampit. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Kejadian ini semakin menyita perhatian karena korban diduga dalam kondisi hamil. Meski demikian, kepastian medis terkait hal tersebut masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana. Pihak keluarga juga menyebut korban sebelumnya tidak memiliki permasalahan.

Keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi serta tidak menempuh jalur hukum, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan penyelidikan tetap berjalan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus misteri bagi warga sekitar. Aktivitas sederhana berupa pamit untuk mandi yang awalnya dianggap biasa, justru berujung pada tragedi yang hingga kini belum terungkap sepenuhnya. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top