KALAMANTHANA, Jakarta – Kasus keracunan makanan seperti tak pernah berhenti terjadi pada program MBG. Kali ini di empat sekolah di Jakarta Timur.
Tak kurang dari 72 orang siswa di Jakarta Timur mengalami keracunan program MBG. Dugaan sementara, keracunan berasal dari spageti.
“Sampai sekarang ini, korban yang dirawat di tiga rumah sakit mengalami perubahan, yaitu Duren Sawit, Pondok Kopi dan Rumah Sakit Harum. Totalnya 72 siswa,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu 4 April 2026.
Pramono Anung mengatakan empat sekolah itu yakni SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09 dan SDN Pondok Kelapa 07.
Adapun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan MBG yakni SPPG Pondok Kelapa Dua.
Kini, 72 orang yang terdiri dari siswa dan guru tengah dirawat di rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Mereka rata-rata mengalami gejala demam, mual hingga diare dari insiden tersebut.
“Yang dirawat ada 72 di tiga rumah sakit tadi. Gejalanya rata-rata demam, panas, mual, muntah, diare. Itu ya gejalanya,” ucap dia.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (2/4) sekitar pukul 11.00 WIB, bertepatan dengan waktu pembagian makanan kepada siswa.
Selama ini anak-anak cenderung tidak langsung memakan menu MBG yang umumnya berupa nasi.
Namun, menu spageti pada hari kejadian membuat banyak siswa tertarik untuk langsung mengonsumsinya di sekolah. (*)