Peristiwa Tragis di Benangin II, Satu Keluarga Dibantai, Pondoknya Dibakar

Penulis: Redaksi  •  Senin, 20 April 2026 | 16:40:00 WIB
Ilustrasi

KALAMANTHANA, Muara Teweh – Peristiwa tragis terjadi di Desa Benangin II, Kecamatan Teweh Timur, Barito Utara. Lima  orang dari satu keluarga dikabarkan meninggal akibat dugaan tindak kekerasan.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Minggu 19 April 2026 sekitar pukul 16.30 WIB di area salah satu perusahaan di Benangin, di wilayah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Informasi yang dihimpun di lapangan dari sejumlah keterangan saksi, satu keluarga menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Dari enam orang korban, lima dinyatakan meninggal dunia. Satu korban lainnya mengalami luka kritis dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Teweh.

Adapun korban meninggal dunia masing-masing bernama Cuah (55), seorang petani; Hasna (40), ibu rumah tangga; Tasya Haulina (17); David (3); serta Ono (50), ibu rumah tangga. Seluruh korban merupakan warga Desa Benangin II.

Sementara itu, korban selamat yang mengalami luka berat diketahui bernama Alfian (40), juga berprofesi sebagai petani.

Dari keterangan saksi yang juga merupakan korban selamat, peristiwa bermula saat para korban berada di lokasi kejadian. Sekitar pukul 16.30 WIB, tiga orang terduga pelaku datang menggunakan mobil jenis Kijang. Mereka diduga membawa senjata tajam dan senjata api rakitan.

Pelaku kemudian menanyakan identitas korban sebelum secara brutal melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.

Tidak hanya itu, pelaku juga disebut melakukan pencarian terhadap korban lain di sekitar lokasi dan kembali melakukan aksi pembacokan.

Setelah para korban terkapar tak berdaya, pelaku diduga membakar pondok atau warung milik korban sebelum akhirnya melarikan diri sekitar pukul 17.30 WIB.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan kepada korban yang masih hidup. Alfian kemudian dilarikan ke RSUD Muara Teweh menggunakan kendaraan warga.

Sementara itu, proses evakuasi korban meninggal dunia dilakukan oleh tim medis menggunakan lima unit ambulans pada Senin pagi (20/4/2026). Seluruh jenazah tiba di RSUD Muara Teweh sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung dibawa ke kamar jenazah.

Hingga saat ini, aparat berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut serta pengejaran terhadap para pelaku.

Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi warga setempat dan meningkatkan kekhawatiran terkait keamanan di wilayah perbatasan tersebut. Aparat diharapkan segera mengungkap motif serta menangkap para pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (sly)
 

Reporter: Redaksi
Back to top