KALAMANTHANA, Muara Teweh – Para lulusan SMPN 1 Lampeong tahun pelajaran 2016/2017, Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah harus panjang sabar. Mereka bakal lebih lama lagi menerima ijazah karena semua dokumen di sekolah itu hangus terbakar.
Kebakaran yang menyebabkan tiga ruangan di SMPN 1 Lampeong habis dilalap api, terjadi Kamis (20/7) sekitar pukul 20.30 WIB. Api berkobar sekitar tiga jam, sebelum dipadamkan oleh aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat dengan peralatan seadanya. Akibat kebakaran, proses belajar-mengajar dihentikan sementara waktu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barut Masdulhaq membenarkan, terjadi kebakaran yang menyebabkan tiga ruangan ludes dilalap api, yakni satu ruang kantor kepala sekolah, satu ruang guru, dan satu ruang kelas. “Kita prihatin, karena peralatan kantor dan berkas-berkas tidak sempat diselamatkan, termasuk ijazah tahun pelajaran 2016/2017 ikut terbakar,” ujarnya, Jumat (21/7/2017) pagi.
Menurut Masdulhaq, Disdik Barut segera menurunkan tim ke Lampeong untuk mengecek dan mendata bangunan, peralatan, dan berkas yang musnah terbakar. Tim Disdik diberangkatkan ke Lampeong Jumat siang. “Kita berupaya meminimalisir dampak kebakaran, terutama menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan,” katanya.
Sedangkan Kapolsek Gunung Purei Iptu Paruhum Harahap mengatakan, api mulai berkobar sekitar pukul 20.45 WIB dan terus melalap tiga ruangan selama tiga jam. Api berhasil dipadamkan pukul 23.30 WIB. “Penyebab kebakaran belum diketahui, karena kami masih mengelar penyelidikan,” ujarnya melalui telepon genggam.
Guna kepentingan penyelidikan, lanjutnya, Polsek Gunung sedang memeriksa empat orang saksi. Kapolsek tak merinci siapa saja nama saksi yang sudah dipanggil dan diperiksa. Adapun kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp300 juta.
Lampeong merupakan ibukota Kecamatan Gunung Purei yang berada di perbatasan antara Kabupaten Barut dengan Kabupaten Kutai Barat, Kaltim. Sarana listrik di wilayah tersebut masih dilayani dengan PLTD. Durasi listrik beroperasi mulai pukul 18.00-21.00 WIB. Sambungan telekomunikasi ke daerah tersebut juga relatif sulit, karena sarana BTS masih terbatas. (mki)