Eddy Raya Terima Penghargaan Kemenkes, Ini Peran Dinkes Barito Selatan

Penulis: mazze77  •  Jumat, 12 Oktober 2018 | 14:49:54 WIB

KALAMANTHANA, Buntok – Sukses Kabupaten Barito Selatan meraih penghargaan eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan tak lepas dari peran Dinas Kesehatan setempat. Apa saja yang telah mereka lakukan?

Kepala Dinas Kesehatan Barito Selatan, Djulita Palar menjelaskan, eliminasi malaria merupakan program pemerintah pusat, dimana Indonesia harus bebas malaria tahun 2020 mendatang.

Penghargaan ini, menurutnya, merupakan kelanjutan program pengendalian malaria dalam hal menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat malaria dengan tiga indikator utama yaitu, tidak ada kasus endegeneus tiga tahun terakhir, slide positif rate kurang dari 5 persen dan annual parasite incident (API) kurang dari satu.

Oleh karena itu banyak upaya-upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan dan jaringannya dalam upaya mencegah dan mengendalikan penyakit malaria di Barito Selatan seperti penemuan penderita, survei darah malaria, tata laksana penanganan malaria sesuai petunjuk teknis dan melakukan penyuluhan tentang malaria secara rutin, dibarengi dengan pembagian kelambu anti malaria di wilayah Barito Selatan.

Baca Juga: Mantap...Sukses Tangani Malaria, Eddy Raya Diganjar Penghargaan Menkes

Maka dari itu, segala upaya dalam penanganan malaria yang telah dilakukan ini, dinyatakan berhasil karena dalam tiga tahun berturut-turut, sehingga  tidak ada lagi ditemukan kasus malaria di Barito Selatan.

“Berdasarkan penilaian Tim Dinkes Kalteng dan Tim Kemenkes, Kabupaten Barito Selatan layak menerima penghargaan eliminasi malaria,” imbuh Djulita Palar.

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah, meraih penghargaan eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek yang  diterima  Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri, pada saat Peringatan Hari Penglihatan Sedunia  di Puslitbang Kesehatan Humaniora dan Manajamen Kesehatan, Balitbangkes  di Surabaya, Kamis (11/10). (fik)

Reporter: mazze77
Back to top