Sumiati Saiful: Guru Era Digital Harus Jadi CPU Pendidikan Berkualitas

Penulis: Editor Kalamanthana 25  •  Sabtu, 16 Agustus 2025 | 14:45:40 WIB

KALAMANTHANA, Katingan  — Di tengah derasnya arus digitalisasi 5.0, Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Katingan, Sumiati Saiful, menyerukan transformasi mendalam dalam dunia pendidikan. Menurutnya, guru bukan lagi sekadar pengajar, melainkan aktor utama yang harus berpikir kritis, bernalar tajam, dan terus belajar agar mampu membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter.

“Pembelajaran mendalam dirancang agar siswa mampu berpikir cerdas, kreatif, dan logis. Guru harus terus belajar tanpa henti, lebih banyak praktik daripada teori, serta melibatkan siswa secara aktif,” ujar Sumiati kepada wartawan.

Ia menekankan pentingnya pemanfaatan media kreatif dalam proses belajar-mengajar. Dalam analoginya, guru di era digital adalah seperti CPU: kualitas output sangat bergantung pada input yang diberikan.

“Kalau inputnya bagus, outputnya juga pasti berkualitas. Guru adalah kuncinya,” tegasnya.

Namun, tantangan tak berhenti di situ. Sumiati mengungkap masih banyak guru yang belum melek digital dan kesulitan beradaptasi dengan metode pembelajaran modern. Ia berharap pelatihan teknologi pendidikan bisa dilakukan secara rutin dan menyeluruh.

Lebih lanjut, ia menyoroti persoalan kedisiplinan tenaga pendidik. Menurutnya, masih ada oknum guru yang mengajar seminggu lalu libur seminggu dengan alasan pekerjaan lain.

“Sumpah jabatan harus jadi kitab suci bagi guru. Kalau komitmen mengajar longgar, kasihan anak-anak kita,” ucapnya prihatin.

Sumiati juga menyoroti rendahnya tingkat literasi di Katingan, yang dipengaruhi oleh penggunaan gawai berlebihan, masalah gizi, dan lemahnya kemampuan bernalar. Sebagai solusi, PKK Pokja II akan membangun pojok-pojok buku di berbagai titik untuk menumbuhkan budaya membaca sejak dini.

“Kita ingin anak-anak terbiasa membaca buku dan mencari pengetahuan dari sumber yang benar. Kita mewujudkan anak-anak generasi Katingan yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” tutupnya. (Mit).

Reporter: Editor Kalamanthana 25
Back to top