Firdaus Buka Konferensi PGRI Katingan, Pendidikan Harus Adaptif dan Berdaya Saing

Penulis: Editor Kalamanthana 25  •  Jumat, 01 Agustus 2025 | 17:35:13 WIB

KALAMANTHANA, Katingan — Wakil Bupati Katingan, Firdaus, secara resmi membuka Konferensi Kabupaten Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Katingan Masa Bakti XXIII Tahun 2025. Bertempat di Aula Bappelitbang, Rabu, (30/7/2025). Kegiatan dihadiri jajaran pengurus PGRI, kepala sekolah, guru-guru, serta pejabat Dinas Pendidikan setempat.

Dalam sambutannya, Firdaus menegaskan bahwa konferensi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk mengevaluasi arah pendidikan dan memperkuat peran guru dalam pembangunan daerah. “Konferensi ini harus menjadi ruang refleksi dan perbaikan. Di sinilah kita menentukan arah pendidikan yang lebih baik untuk masa depan,” ujarnya.

Firdaus menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan jangka panjang. Ia mendorong PGRI agar menjadi pelopor inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan zaman. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para guru yang tetap mengabdi di wilayah pedalaman, menyebut dedikasi mereka sebagai kunci pemerataan akses pendidikan.

Wabup berharap akan lahir lebih banyak guru lokal yang memahami nilai budaya dan memiliki ikatan kuat dengan masyarakat. “Kita butuh guru-guru lokal yang paham nilai-nilai budaya dan punya ikatan kuat dengan masyarakatnya,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Katingan, lanjut Firdaus, berkomitmen memperkuat kebijakan pendidikan melalui peningkatan sarana prasarana, bantuan operasional, dan sinergi lintas lembaga. Ia menilai kerja sama antara PGRI dan Dinas Pendidikan sudah berjalan baik, namun perlu ditingkatkan untuk menjawab tantangan yang semakin kompleks.

Dalam momen tersebut, Firdaus juga mengucapkan selamat kepada Sumiati Saiful yang dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Kabupaten Katingan oleh Ketua PGRI Kalimantan Tengah, Diplan. Sosok Sumiati dinilai layak menjadi figur pengayom dan inspiratif bagi para pendidik di daerah.

Konferensi diisi dengan diskusi panel, pemaparan program kerja, serta pembahasan tantangan pendidikan di daerah. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif. (Mit).

Reporter: Editor Kalamanthana 25
Back to top