Tantawi Jauhari Sebut Drainase Bukan Proyek Seremonial, Tapi Sistem Vital Kota

Penulis: Editor Kalamanthana 25  •  Minggu, 07 September 2025 | 12:07:05 WIB

KALAMANTHANA, Palangka Raya — Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Tantawi Jauhari, menegaskan bahwa pembangunan drainase di wilayahnya tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial atau sekadar pelaksanaan anggaran. Menurutnya, tanpa perencanaan yang matang, drainase hanya akan menjadi pembatas tanah yang tidak berfungsi optimal.

“Pembangunan drainase bukan hanya soal fisik, tapi harus difungsikan sebagai wadah serapan sekaligus jalur lintasan air, baik saat hujan maupun tidak,” ujar Tantawi, Sabtu (6/9/2025).

Ia menekankan bahwa drainase harus dirancang sebagai sistem terpadu yang mampu mengalirkan air secara efektif, bukan sekadar infrastruktur pasif. Tantawi juga mengingatkan pentingnya aspek perawatan agar saluran air tetap berfungsi dengan baik.

“Drainase yang tertutup oleh kios, toko, maupun kantor semestinya dibersihkan secara rutin. Jangan sampai dibiarkan tersumbat,” tambahnya.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke dalam saluran air, terutama sampah plastik dan kayu yang dapat menghambat aliran. Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan drainase yang mengikuti jalur aliran air alami agar tidak menimbulkan genangan.

“Perencanaan matang harus meliputi pelaksanaan, pemanfaatan, hingga pemeliharaan drainase itu sendiri,” tegas Tantawi.

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa drainase bukan hanya soal beton dan anggaran, melainkan bagian dari sistem kota yang berdampak langsung pada kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan warga. (Mit).

Reporter: Editor Kalamanthana 25
Back to top