KALAMANTHANA, Katingan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi hingga awal Oktober 2025. Kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir dinilai perlu diantisipasi bersama.
Kepala Pelaksana BPBD Katingan, Markus, menyampaikan bahwa perubahan cuaca bisa memicu bencana, terutama di wilayah dataran rendah. Ia mencontohkan banjir yang sudah melanda beberapa daerah di Kalimantan Tengah, seperti Kabupaten Kapuas.
“Kami minta seluruh lapisan masyarakat tetap berhati-hati. Meski di Katingan belum ada banjir, desa-desa di wilayah dataran rendah tetap berpotensi terdampak,” ujar Markus, Senin (6/10/2025).
Sejak Agustus lalu, BPBD telah mengambil sejumlah langkah antisipatif, termasuk pemangkasan dan penebangan pohon-pohon yang rawan tumbang di sekitar ibu kota kabupaten. Markus menegaskan bahwa pihaknya siaga penuh untuk merespons keadaan darurat akibat cuaca ekstrem.
Ia juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Warga diminta tidak berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar.
Selain itu, Markus mengajak masyarakat aktif melaporkan potensi bahaya lingkungan seperti saluran air tersumbat, pohon miring, atau genangan air yang berisiko meluas. Menurutnya, partisipasi warga sangat penting dalam upaya pencegahan bencana.
“Langkah-langkah kecil dari masyarakat bisa membantu kami dalam upaya pencegahan bencana,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran drainase, agar tidak terjadi banjir akibat curah hujan tinggi. (Mit).