KALAMANTHANA, Katingan – Pemerintah Kabupaten Katingan melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tengah menyiapkan strategi untuk mengoptimalkan pendapatan daerah. Langkah ini dilakukan dengan pendekatan berbasis kajian terukur dan pemanfaatan data relevan guna memperkuat kapasitas fiskal.
Wakil Bupati Katingan, Firdaus, menyampaikan bahwa strategi tersebut mencakup penghitungan target pendapatan yang lebih realistis serta pengembangan inovasi pengelolaan keuangan. Salah satu terobosan yang dirancang adalah pemanfaatan potensi perdagangan karbon dan penerapan sistem pembayaran pajak serta retribusi non-tunai.
“Pendekatan digital dan berbasis lingkungan dinilai menjadi arah baru dalam memperluas sumber pendapatan daerah secara berkelanjutan,” ujar Firdaus.
Selain itu, Pemkab juga tengah menyusun regulasi baru terkait pemberian hibah agar lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan hukum. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan sistem tata kelola keuangan yang akuntabel dan berintegritas.
Firdaus menekankan pentingnya pengawasan dan perencanaan yang matang dalam proses penganggaran. Ia menyebut keberhasilan pengelolaan keuangan publik sangat bergantung pada disiplin administrasi dan komitmen terhadap prinsip transparansi. “Transparansi, optimalisasi pendapatan, dan regulasi hibah adalah kunci menjaga akuntabilitas,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga terus mendorong efisiensi serta peningkatan layanan publik melalui teknologi dalam sistem pembayaran dan pelaporan. Dengan pendekatan ini, potensi kebocoran anggaran dapat diminimalisasi dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin meningkat. (Mit).