KALAMANTHANA, Palangka Raya – Aliansi Cipayung Plus bersama elemen mahasiswa dan masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan DPRD Provinsi Kalteng, Senin (1/9/2025).
Aksi berlangsung kondusif dengan orasi yang menyuarakan beragam tuntutan terkait kebijakan nasional maupun daerah yang dinilai mencederai rasa keadilan rakyat.
Ketua DPRD Kalteng, Arton S. Dohong, yang menemui massa aksi menyampaikan apresiasi atas sikap kritis mahasiswa. Ia menilai orasi yang disampaikan cukup jelas dan mudah dipahami.
“Secara kelembagaan, kami dari DPRD Kalteng menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada para mahasiswa. Aspirasi yang disampaikan cukup to the point dan dapat dipahami,” ungkanya.
Arton menegaskan, DPRD Kalteng akan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan dengan membawa tuntutan tersebut ke pemerintah pusat.
“Kami berjanji akan menyampaikan tuntutan ini kepada pusat. Apa yang disampaikan Cipayung tadi sudah saya tandatangani,” tegasnya.
Adapun dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Cipayung Plus menyampaikan tujuh poin utama tuntutan: 1. Mendesak Presiden untuk segera mencopot Kapolri dari jabatannya. 2. Mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat.
Selanjutnya 3. Mendesak DPR RI membatalkan kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI yang dinilai melukai hati masyarakat. 4. Mendesak DPRD Provinsi Kalteng membuat perda terkait sistem peninjauan PHK dan penerapan upah adil bagi buruh perkebunan, buruh tambang, tani, serta UMKM di Kalteng.
Berikutnya 5. Mendesak DPRD Kalteng membatalkan raperda kenaikan gaji anggota dewan. Ketua DPRD Kalteng: Pelantikan Wakil Ketua Momentum Perkuat Kelembagaan Dewan 6. Mendesak DPRD Kalteng aktif turun ke lapangan menyelesaikan konflik agraria di berbagai daerah.
Kemudian 7. Mendesak DPRD Kalteng menolak segala bentuk kenaikan PBB, NJOP, pajak, maupun iuran BPJS di Kalimantan Tengah.
Aksi ini menandai eskalasi konsolidasi gerakan mahasiswa di Kalteng yang menyoroti isu nasional sekaligus lokal.
Dengan komitmen DPRD Kalteng untuk meneruskan tuntutan tersebut, mahasiswa berharap langkah konkret dapat segera diwujudkan demi menjawab keresahan masyarakat. (JNP/*)